
SURABAYA, 15 April 2026 — VNNMedia – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan dengan melelang 85 kendaraan operasional berbahan bakar minyak (BBM) dan menggantinya dengan kendaraan listrik mulai Mei 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan penghematan energi yang dijalankan Pemkot Surabaya sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Selain menerapkan opsi work from home (WFH), Pemkot juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) menggunakan transportasi umum atau kendaraan listrik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kendaraan dinas yang dilelang merupakan armada operasional berusia lebih dari tujuh tahun. Menurutnya, penggantian kendaraan BBM ke listrik dilakukan untuk menekan konsumsi bahan bakar sekaligus mendukung perbaikan kualitas lingkungan.
“Kami punya komitmen, sekitar 80 unit kendaraan dilelang, baik sepeda motor maupun mobil. Kalau proses lelang selesai, Mei nanti kita ganti semuanya dengan kendaraan listrik melalui sistem sewa,” kata Eri, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya juga telah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) agar proses lelang dipercepat sehingga transisi ke kendaraan listrik dapat berjalan sesuai target.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menyebutkan total kendaraan yang dilelang mencapai 85 unit, terdiri dari 70 kendaraan roda empat, 13 kendaraan roda dua, dan dua kendaraan roda tiga.
Menurut Wiwiek, lelang kendaraan dinas ini merupakan bagian dari strategi efisiensi energi, khususnya untuk mengurangi beban penggunaan BBM di lingkungan pemerintahan.
“Semua kendaraan yang usianya lebih dari tujuh tahun kami evaluasi untuk dijual melalui lelang. Ini bagian dari upaya penghematan energi yang dilakukan secara masif,” ujarnya.
Proses lelang telah dibuka sejak 13 April 2026 dan berlangsung hingga 20 April 2026 melalui portal resmi KPKNL. Masyarakat yang berminat dapat mengikuti lelang secara daring melalui situs portal.lelang.go.id.
Pemkot Surabaya menargetkan pendapatan dari lelang kendaraan tahun ini mencapai Rp6,3 miliar. Dana tersebut diharapkan turut mendukung pengadaan armada listrik baru.
Wiwiek menambahkan, kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan sejak 2024, ketika Pemkot melelang kendaraan operasional kepala perangkat daerah dan menggantinya dengan mobil listrik berbasis sistem sewa.
Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik terbukti memberikan penghematan signifikan pada biaya BBM dan menjadi langkah nyata menuju sistem transportasi pemerintahan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News