Pemkab Bojonegoro Targetkan 31 Kali Laksanakan GPM Di 2026

BOJONEGORO, 15 April 2026 – VNNMedia – Pemkab Bojonegoro menargetkan total 31 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang tahun 2026. Kehadiran pasar murah ini menjadi “obat” di tengah fluktuasi harga bahan pokok di pasar tradisional.

GPM edisi ke-18 kali ini resmi digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro di Kecamatan Kalitidu Bojonegoro. GPM ke-18 ini tidak sekadar menjual komoditas dengan harga terjangkau, tetapi menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat. 

Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih hingga telur ayam tersedia dengan selisih harga yang signifikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci dalam menjaga stabilitas pangan daerah. GPM di Kalitidu ini adalah titik ke-18 dari total 31 agenda yang kami rencanakan sepanjang tahun 2026. “Ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah hadir langsung melakukan intervensi pasar demi memastikan tetap aman dan dompet tetap terjaga,” ujarnya, seperti dalam siaran tertulisnya Pemkab Bojonegoro, Rabu (15/4/2026).

Lebih lanjut, Zaenal menjelaskan bahwa pemilihan lokasi GPM dilakukan secara bergilir dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki aksesibilitas tertentu atau sedang mengalami tren kenaikan harga pangan. Dengan frekuensi yang intensif, ekspektasi inflasi di tingkat konsumen dapat dikendalikan bersama.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia