
Tokyo, Selasa 28 April 2026-VNNMedia- Masyarakat di pesisir Jepang timur laut diminta untuk tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi megagempa dan tsunami besar di sepanjang Palung Chishima dan Palung Jepang. Imbauan ini tetap berlaku meski otoritas setempat secara resmi telah mengakhiri masa peringatan kewaspadaan pada Senin (27/4) sore pukul 17.00 waktu setempat
Peringatan tersebut sebelumnya dikeluarkan pada 20 April lalu, sesaat setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang lepas pantai wilayah Sanriku. Gempa tersebut mencatat intensitas 5 kuat pada skala Jepang di Kota Hashikami, Prefektur Aomori, dan memicu tsunami setinggi 80 sentimeter yang terpantau di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate
Selama masa kewaspadaan satu minggu terakhir, sebanyak 182 kota di tujuh prefektur-mulai dari Hokkaido hingga Chiba-berada dalam status siaga tinggi. Badan Meteorologi Jepang melaporkan aktivitas seismik masih terus berlanjut hingga saat ini, dengan catatan 34 gempa susulan berkekuatan intensitas 1 atau lebih hingga Senin pagi
Profesor Ito Yoshihiro dari Institut Penelitian Pencegahan Bencana Universitas Kyoto menegaskan bahwa berakhirnya status peringatan teknis bukan berarti ancaman telah hilang sepenuhnya. Menurutnya, kemungkinan terjadinya megagempa dan tsunami besar di sepanjang dua palung aktif tersebut tidak pernah turun menjadi nol
Selama ini, warga di daerah terdampak telah diinstruksikan untuk melakukan persiapan mandiri, seperti menyiapkan tas perlengkapan darurat, memeriksa rute evakuasi, serta memastikan stok makanan, air, dan keamanan perabot rumah tangga
Para ahli menekankan bahwa kesiapsiagaan dini tetap menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak korban jika sewaktu-waktu bencana besar terjadi di masa depan, dilansir dari NHK news
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News