
Abu Dhabi, Rabu 29 April 2026-VNNMedia- Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pengunduran dirinya dari aliansi negara-negara pengekspor minyak mentah, OPEC dan OPEC+, yang akan dimulai per 1 Mei 2026
Dilansir dari Antara, keluarnya UEA dari OPEC dan OPEC+, dilakukan usai peninjauan komprehensif atas kemampuan dan kapasitas produksi saat ini dan di masa mendatang, serta didasarkan pada kepentingan nasional UEA
Berdasarkan laporan kantor berita resmi UEA, Emirates News Agensy (WAM) pada hari Selasa kemarin, keputusan tersebut mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA dan profil energi yang terus berkembang
“Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC merupakan pilihan strategis yang berdaulat dan didasarkan pada visi ekonomi jangka panjangnya,” ujar Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA, Mahash Al Hameli, melalui unggahan di X kemarin
Al Hameli kemudian menegaskan komitmen UEA untuk terus memperdalam kerjasama bilateral dan multilateral serta berkontribusi pada pasar energi global
Sementara itu Menteri Energi UEA, Suhail Mohamed Al Mazrouei, menyatakan bahwa keluarnya UEA dari OPEC merupakan refleksi evolusi kebijakan yang selaras dengan fundamental pasar energi jangka panjang
Lebih jauh, Al Mazrouei menggarisbawahi peran UEA dalam menjamin ketersediaan energi global yang stabil, dengan tetap memprioritaskan transisi ke energi bersih
“Kami tetap berkomitmen pada keamanan energi, menyediakan pasokan yang andal, bertanggung jawab, dan rendah karbon, serta mendukung pasar global yang stabil,” jelasnya
Mengutip CNBC Indonesia, keluarnya UEA dari OPEC akan memberikan tekanan terhadap harga minyak dalam jangka panjang, mengingat negara tersebut merupakan anggota paling berpengaruh kedua setelah Arab Saudi
David Goldwyn, mantan utusan khusus energi AS (2009-2011), menganggap keluarnya UEA sebagai guncangan besar bagi Arab Saudi yang dapat menghambat kepemimpinan mereka di OPEC. Menurutnya, meski Riyadh tetap memiliki pengaruh besar melalui kapasitas cadangan minyaknya, wibawa dan posisi tawarnya di pasar global akan menurun tanpa dukungan UEA
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News