
SURABAYA, 10 MEI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mulai agresif menarik investasi di sektor agribisnis dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Fokus utama yang ditawarkan kepada investor yakni pengembangan industri hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao dan kelapa guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Konsultan Ekonomi dan Investasi Kabupaten Kolaka Utara dari Tenggara Strategics, Amran Silalahi, mengatakan kunjungan tersebut menjadi ajang belajar sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Kadin Jatim yang dinilai berpengalaman sebagai pusat perdagangan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Amran, salah satu fokus investasi yang ditawarkan adalah hilirisasi agribisnis. Selama ini, komoditas unggulan Kolaka Utara seperti kakao, kelapa, cengkeh, gula aren hingga kemiri masih banyak dijual dalam bentuk mentah tanpa pengolahan lanjutan.
“Potensi pertanian dan perkebunan Kolaka Utara sangat besar. Selama ini komoditas masih dijual mentah ke Makassar maupun Surabaya. Dengan hilirisasi, kami ingin mendapatkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menyebut produksi kakao di Kolaka Utara mencapai sekitar 8.000 ton per tahun, sedangkan produksi kelapa sekitar 4.500 ton per tahun. Namun sebagian besar kelapa masih diolah sederhana menjadi kopra sebelum dipasarkan keluar daerah.
Selain membidik investor dalam negeri, Forum Investasi Kolaka Utara juga akan menghadirkan perwakilan konsulat jenderal dari 11 negara. Pemerintah daerah bahkan mulai menjajaki kerja sama investasi dengan Korea Selatan dan China.
“Nanti akan ada penjajakan Letter of Intent (LOI) dengan Korea dan China,” kata Amran.
Tak hanya investasi, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas hingga menembus pasar ekspor.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Kolaka Utara, Andi Khaerul Rijal, mengatakan forum investasi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada investor nasional maupun asing.
Ia mengungkapkan, selama ini investasi di Kolaka Utara masih didominasi sektor pertambangan, sedangkan sektor agribisnis belum banyak tersentuh investor.
Karena itu, pemerintah daerah kini memprioritaskan promosi investasi di sektor kelapa dan kakao sebagai komoditas unggulan daerah.
“Intinya kabupaten akan memberikan karpet merah bagi investor yang ingin berinvestasi di Kolaka Utara. Tidak hanya di tingkat kabupaten, kami juga akan mendampingi hingga ke pemerintah pusat,” tegasnya.
Andi menambahkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang investasi, termasuk koordinasi dengan PLN terkait kebutuhan listrik industri dan penyediaan fasilitas dasar lainnya.
Pemkab Kolaka Utara juga mulai menyiapkan konsep kawasan industri hilirisasi kelapa terintegrasi. Nantinya, seluruh bagian kelapa akan diolah di daerah tersebut, mulai dari briket, cocopeat, hingga produk olahan daging kelapa.
“Harapan kami ada pabrikasi dan hilirisasi di Kolaka Utara sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan kualitas SDM juga ikut berkembang,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antarprovinsi Kadin Jatim Diar Kusuma Putra menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara membuka komunikasi investasi dengan Kadin Jatim. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi daerah.
“Kadin bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama lima tahun terakhir aktif melakukan kunjungan antarprovinsi melalui konsep misi dagang, termasuk dengan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah daerah memang harus hadir sebagai fasilitator investasi agar dunia usaha mendapatkan dukungan, terutama terkait kemudahan regulasi dan perizinan.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Minyak dan Gas Tri Prakoso menekankan pentingnya kesiapan data pendukung ketika menawarkan peluang investasi kepada calon investor. Mulai dari jalur distribusi, infrastruktur logistik, kondisi tenaga kerja hingga fasilitas yang tersedia di daerah tujuan investasi.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News