Jawa Timur Punya Karantina Terpadu Pertama di Indonesia, Siap Jadi Pusat Logistik Nasional

SIDOARJO, 10 MEI 2026 – VNNmedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Jumat (8/5/2026).

Fasilitas tersebut menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia dan merupakan bagian dari pengembangan kawasan JATIM HUB atau Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway yang mengintegrasikan layanan karantina, logistik, dan perdagangan dalam satu ekosistem terpadu.

Khofifah mengatakan keberadaan JATIM HUB menjadi langkah strategis untuk memperkuat efisiensi perdagangan dan logistik ekspor-impor sekaligus meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan dan tumbuhan di Jawa Timur.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai lokomotif ekonomi nasional sekaligus lumbung pangan Indonesia. Karena itu, sistem logistik dan karantina harus mampu menjamin keamanan, kualitas dan legalitas produk yang keluar maupun masuk wilayah Jawa Timur.

Khofifah menjelaskan fasilitas tersebut merupakan implementasi konsep Integrated Agro-Logistics and Quarantine Gateway yang mengintegrasikan sistem logistik pangan dan prosedur karantina dalam layanan yang cepat, efisien dan transparan.

“Dengan adanya gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu sistem yang modern dan efektif,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan fungsi karantina sejalan dengan strategi besar Gerbang Baru Nusantara yang menempatkan Jawa Timur sebagai pusat konektivitas dan logistik penghubung Indonesia Barat dan Timur.

Posisi strategis Jawa Timur didukung tujuh bandara, 37 pelabuhan dan 12 ruas jalan tol yang menopang mobilitas barang dan jasa. Selain itu, Jawa Timur juga memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 kawasan industri dan satu kawasan industri halal.

Khofifah menyebut Pelabuhan Tanjung Perak saat ini melayani 24 dari 41 rute Tol Laut nasional sehingga hampir 80 persen pasokan logistik Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur.

“Hal ini semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai center of gravity logistik dan perdagangan nasional sekaligus Gerbang Baru Nusantara,” tegasnya.

Keberadaan JATIM HUB juga diharapkan menjadi pintu masuk produk koperasi, UKM dan IKM menuju pasar global. Pemprov Jatim bahkan menyiapkan pembinaan agar produk daerah memenuhi standar ekspor internasional.

Menurut Khofifah, salah satu tantangan utama dunia usaha selama ini adalah lambatnya distribusi barang dan tingginya biaya logistik. Karena itu, integrasi layanan karantina dan logistik dinilai penting untuk mempercepat arus distribusi dan meningkatkan daya saing produk.

“Di tengah persaingan perdagangan global, kecepatan layanan menjadi bagian dari daya saing,” ujarnya.

Instalasi Karantina Terpadu Jatim mengintegrasikan pemeriksaan, pengasingan, tindakan karantina hingga pengujian laboratorium dalam satu kawasan. Sistem juga diperkuat melalui joint inspection antara karantina dan Bea Cukai guna mempercepat proses layanan dan mengurangi dwelling time.

Kawasan seluas 50 hektare di Jemundo, Sidoarjo ini dilengkapi fasilitas pergudangan, cold storage, laboratorium, kawasan distribusi hingga pasar terpadu.

Pengembangan kawasan dilakukan melalui kolaborasi Pemprov Jawa Timur dan Badan Karantina Indonesia dengan dukungan PT Jatim Grha Utama sebagai pengelola pengembangan kawasan.

Khofifah optimistis operasional karantina terpadu tersebut akan berdampak besar terhadap peningkatan pendapatan daerah dan penguatan ekosistem perdagangan Jawa Timur.

Setiap tahun, volume pergerakan komoditas di Jawa Timur mencapai lebih dari 350 ribu frekuensi media pembawa hewan, ikan dan tumbuhan. Potensi lalu lintas kontainer ekspor-impor yang masuk instalasi karantina diperkirakan mencapai 911.360 TEUs per tahun. “Efisiensi logistik akan meningkatkan daya saing produk Jawa Timur di pasar global,” imbuhnya.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding menegaskan keberadaan Badan Karantina Indonesia merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi sumber daya alam hayati nasional sekaligus memperkuat sistem keamanan pangan.

Ia mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim yang menyiapkan kawasan karantina terpadu sehingga proses pengujian dan pemeriksaan barang menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News