
JAKARTA, 12 AGUSTUS 2025 – VNNMedia – Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Juli 2025 melemah 1,6 poin menjadi 82,2, dipicu oleh penurunan Indeks Waktu Menabung (IWM) sebesar 4,7 poin ke level 90,5. Meski Indeks Intensitas Menabung (IIM) naik 1,4 poin ke 73,8, tren keseluruhan menunjukkan niat dan kemampuan menabung konsumen menurun.
Direktur Group Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Seto Wardono, menjelaskan pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya pengeluaran rumah tangga untuk biaya pendidikan pada awal tahun ajaran baru, di tengah pemberian stimulus ekonomi jangka pendek.
“Intensitas dan niat menabung melandai karena beban pengeluaran meningkat, terutama untuk pendidikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/8).
Data LPS mencatat, porsi responden yang menganggap saat ini adalah waktu tepat untuk menabung turun dari 28,9% pada Juni menjadi 26,4% pada Juli. Pandangan optimistis terhadap tiga bulan mendatang juga menyusut menjadi 38,6% dari sebelumnya 42,6%.
Di sisi lain, IMK justru naik pada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah hingga Rp1,5 juta per bulan (naik 9,1 poin) dan Rp1,5–Rp3 juta per bulan (naik 3,1 poin). Sementara itu, IMK rumah tangga dengan pendapatan Rp3–Rp7 juta melemah 3,2 poin, dan di atas Rp7 juta tetap berada di level optimis meski terkoreksi 8,8 poin.
Pelemahan indeks menabung ini sejalan dengan turunnya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) secara keseluruhan sebesar 2,5 poin menjadi 96,9. Penurunan terutama dipicu oleh persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi dan lapangan kerja saat ini, di tengah kenaikan harga sembako, harga pupuk yang masih tinggi, serta anomali iklim yang mengganggu hasil panen hortikultura.
Meski demikian, optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan masih terjaga, terlihat dari Indeks Ekspektasi (IE) yang tetap di atas 100 meski melemah 1,9 poin.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News