Impian Nobel Kembali Kandas, Trump Cemooh Norwegia

Ilustrasi AI

Washington DC, Selasa 27 Oktober 2026-VNNMedia- Rupanya Donald Trump masih belum ikhlas atas kegagalannya meraih Nobel Perdamaian 2026, sesuatu yang sangat ia idam-idamkan sejak menjabat untuk kedua kalinya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Januari 2025

“Saya rasa saya seharusnya memenangkan penghargaan itu lebih dari siapa pun yang pernah menerima Hadiah Nobel Perdamaian,” kata Trump pada Juli lalu, dikutip dari People

Mengutip Kompas.com, pada hari Minggu (25/10), saat kampanye politik untuk pemilu sela di Michigan, Trump blak-blakan menghina Norwegia-penyelenggara Nobel Perdamaian-dengan menyebutnya sebagai negara “shit house” alias brengsek, karena tidak memilihnya sebagai pemenang

Diketahui Komite Nobel Norwegia pada tanggal 9 Oktober 2026 di Oslo, Norwegia, mengumumkan bahwa penghargaan Nobel Perdamaian tahun ini jatuh pada Navi Pillay, seorang hakim asal Afrika Selatan sekaligus mantan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, atas kontribusinya dalam menegakkan hukum internasional dan hak asasi manusia

Selain melontarkan cemohan, Trump juga menegaskan penolakan bagi imigran Norwegia datang ke AS, dengan alasan komite tidak memberikan nobel kepadanya. “Karena saya tidak mendapatkan hadiah Nobel, jadi saya tidak menginginkan siapapun dari Norwegia.”

Namun begitu sampai saat ini belum ada tanda-tanda Washington mengeluarkan aturan pelarangan imigran asal Norwegia masuk ke AS

Nobel Perdamaian dan Obsesi Donald Trump

Ketertarikan dan obsesi Donald Trump terhadap Nobel Perdamaian diawali saat periode pertama jabatannya sebagai Presiden AS sekitar tahun 2018, dimana dalam setiap kampanye politik, pendukungnya meneriakkan “Nobel!Nobel!” yang disambut positif oleh Trump

Pada September 2019, Trump dalam konferensi persnya mengatakan bahwa ia layak mendapatkan nobel atas berbagai pencapaiannya. Ia mengkritik Komite Nobel karena merasa diperlakukan tidak adil, dengan membandingkan pemberian Nobel Perdamaian kepada Barack Obama pada tahun 2009, beberapa bulan setelah menjabat sebagai Presiden AS

“Saya pikir saya harus mendapatkan Hadiah Nobel untuk banyak hal jika mereka memberikannya secara adil, tetapi mereka tidak melakukannya,” kata Trump saat itu

Trump secara resmi dicalonkan sebagai penerima Nobel Perdamaian tahun 2021 oleh seorang anggota parlemen Norwegia berhaluan kanan, Christian Tybring-Gjedde, pada September 2020. karena dianggap berperan besar dalam memfasilitasi perjanjian Abraham Accords-kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dan Israel

Memasuki periode kepemimpinannya yang kedua, Trump semakin gencar mengkampanyekan dirinya layak dianugerahi Nobel Perdamaian, dimana di setiap forum internasional, ia mengklaim berandil besar dalam penghentian berbagai konflik dunia seperti ketegangan di Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Afrika

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News