
SURABAYA, 27 APRIL 2026 – VNNMedia – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Bumbi menggelar deklarasi gerakan ‘She Heroes’ di kawasan Car Free Day Jalan Tunjungan, Minggu (26/4/2026).
Gerakan ini mengajak perempuan beralih dari pembalut sekali pakai ke produk ramah lingkungan guna menekan volume sampah plastik yang sulit terurai.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fikser, menyampaikan bahwa sampah pembalut dan popok sekali pakai menjadi ancaman serius bagi lingkungan karena membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai.
“Sampah ini mencemari lingkungan dan sulit didaur ulang. Gerakan ini menjadi solusi nyata untuk mengurangi beban tersebut,” ujarnya.
Di hadapan sekitar 500 peserta perempuan, Fikser menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan.
Ia mengajak masyarakat memulai perubahan dari lingkup keluarga, termasuk mengurangi sampah, menanam pohon, dan menghemat air.
Pemkot Surabaya juga mengapresiasi dukungan berbagai komunitas seperti Tunas Hijau, Ecoton, dan Rotary International yang turut berkontribusi menjaga ekosistem kota.
Sementara itu, Founder dan CEO Bumbi, Celia Siura, mengungkapkan tingginya penggunaan pembalut sekali pakai di Surabaya berdampak besar terhadap lingkungan.
Dengan sekitar satu juta perempuan usia produktif, diperkirakan terdapat sekitar 7.000 ton sampah pembalut yang berakhir di sungai, laut, dan tempat pembuangan akhir setiap tahun.
“Selain itu, secara ekonomi sekitar Rp900 miliar terbuang setiap tahun. Sampah ini juga berpotensi menjadi mikroplastik yang masuk ke rantai makanan dan berdampak pada kesehatan,” jelasnya.
Sebagai solusi, Bumbi menghadirkan pembalut kain pakai ulang (reusable pads) yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Deklarasi ‘She Heroes’ ditandai dengan komitmen para peserta untuk mulai beralih ke produk ramah lingkungan. Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan gaya hidup yang lebih berkelanjutan, sekaligus menjadikan Surabaya sebagai pionir pengurangan sampah pembalut di Indonesia.
Baca Berita MEnarik Lainnya di Google News