Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, Lampaui Nasional di Tengah Tekanan Global

SURABAYA, 19 MEI 2026 – VNNMedia – Perekonomian Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,96 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur, Max Darmawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Jawa Timur di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

“Sinergi kebijakan fiskal dan penguatan sektor produktif akan terus dilakukan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur agar tetap kuat dan berkelanjutan,” ujar Max, Selasa (19/5/2026).

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang oleh peningkatan belanja pemerintah, investasi, serta konsumsi rumah tangga yang tetap kuat. Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kinerja ekonomi tersebut juga didukung peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen fiskal. Hingga Maret 2026, pendapatan negara regional Jawa Timur tercatat mencapai Rp57,2 triliun, sementara realisasi belanja negara sebesar Rp29,99 triliun.

Belanja tersebut digunakan untuk mendukung layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta berbagai program prioritas pemerintah.

Selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas ekonomi Jawa Timur juga tercermin dari tingkat inflasi yang tetap terkendali. Pada April 2026, inflasi Jawa Timur tercatat sebesar 0,02 persen secara bulanan (mtm), 2,85 persen secara tahunan (yoy), dan 1,15 persen secara tahun kalender (ytd).

Daya beli masyarakat sektor pertanian dan perikanan juga mengalami perbaikan. Hal itu terlihat dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, sektor perdagangan luar negeri masih menghadapi tekanan. Neraca perdagangan Jawa Timur periode Januari-Maret 2026 tercatat defisit sebesar 1,24 miliar dolar AS.

Nilai ekspor Jawa Timur mencapai 6,07 miliar dolar AS atau turun 1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impor meningkat 4,62 persen menjadi 7,32 miliar dolar AS.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News