
SIDOARJO, 24 Agustus 2026 – VNNMedia – Ketua Panitia Halaqoh Alim Ulama’ Pengasuh Pondok Pesantren, H. Dody Nugroho, SH., M.I.Kom, mengingatkan pentingnya mengembalikan Nahdlatul Ulama (NU) pada khittoh dan akar perjuangannya: umat, pesantren, dan jamaah.
Pesan tersebut disampaikan dalam Halaqoh Alim Ulama’ Pengasuh Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Senin (24/8/2026), dengan tema “Merawat Khittoh, Menjaga Persatuan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.”
Dody menegaskan, NU harus tetap kokoh sebagai organisasi sosial keagamaan. Orientasi utamanya adalah khidmat kepada umat, bangsa, dan kemaslahatan masyarakat, bukan bergeser menjadi arena kepentingan jangka pendek.
“NU harus tetap menjadi Himayatul Ummah wa Harokah al-Jam’iyyah—mengayomi umat sekaligus menjaga kesinambungan organisasi, tradisi, dan cita-cita Nahdlatul Ulama,” ujar Dody.
Ia juga menilai pesantren tidak boleh ditempatkan sekadar sebagai pelengkap dalam perjalanan NU. Pesantren merupakan pusat tradisi keilmuan, kaderisasi ulama, pembentukan karakter, sekaligus penjaga turats dan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Dalam soal kepemimpinan, Dody menekankan bahwa kekuatan NU tidak cukup dibangun melalui struktur organisasi. Kepemimpinan harus memiliki keteladanan spiritual, akhlakul karimah, sekaligus tetap berpijak pada jamaah.
“Jamaah adalah akar rumput sekaligus basis utama perjuangan NU. Karena itu, kepemimpinan tidak boleh meninggalkan jamaah.”
Ia juga mengingatkan pentingnya kaidah Dar’ul Mafasid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih. Dalam konteks NU, prinsip tersebut berarti setiap keputusan harus terlebih dahulu memastikan tidak merusak persatuan dan marwah jam’iyyah.
“Jangan sampai kepentingan sesaat dibayar dengan kerusakan yang lebih besar. Menjaga persatuan, marwah, dan keberlangsungan NU harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.
Menurut Dody, inilah pesan penting halaqoh: merawat khittoh bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi memastikan NU tetap memiliki arah, akar, dan keberpihakan yang jelas kepada umat serta jamaah.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia