
SURABAYA, 29 MEI 2026 – VNNMedia – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menyiapkan sebanyak 7.212 tenaga operator dan tim helpdesk untuk mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Ribuan petugas tersebut disiagakan guna memastikan proses pengambilan PIN berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat lebih optimal.
Pengambilan PIN SPMB 2026 resmi dimulai sejak Kamis (28/5/2026) dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026. PIN menjadi syarat utama bagi calon murid untuk mengikuti proses pendaftaran SPMB di Jawa Timur.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan kesiapan sekolah dalam pelaksanaan pengambilan PIN sejauh ini berjalan cukup baik. Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah sekolah di Surabaya, perangkat komputer yang digunakan telah terhubung dengan database server pusat.
“Hasil pantauan di beberapa sekolah menunjukkan kesiapan yang cukup baik, terutama perangkat komputer yang sudah terkoneksi dengan server pusat,” ujar Aries, Jumat (29/5/2026).
Pada hari pertama pelaksanaan pengambilan PIN, Aries meninjau sejumlah sekolah di Surabaya, di antaranya SMAN 15 Surabaya, SMKN 3 Surabaya, SMAN 16 Surabaya, SMAN 21 Surabaya, dan SMAN 9 Surabaya.
Menurut Aries, setiap sekolah memiliki pola pelayanan berbeda dalam membantu masyarakat. Namun, seluruh sekolah diminta memastikan pelayanan berlangsung informatif, ramah, dan memudahkan masyarakat selama proses pengambilan PIN hingga pendaftaran berlangsung.
Ia juga menegaskan seluruh tahapan SPMB 2026 telah dipublikasikan sejak awal dan disesuaikan dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dindik Jatim mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak datang terlalu pagi ke sekolah untuk mengantre. Sebab, waktu pengambilan PIN berlangsung cukup panjang dan sekolah telah menerapkan sistem antrean harian sekitar 200 peserta per hari.
“Jangan sampai terjadi kepanikan antrean karena jadwal pengambilan PIN cukup panjang, mulai 28 Mei sampai 9 Juni 2026,” tegasnya.
Untuk mempermudah layanan, petugas di bagian depan sekolah juga disiagakan memberikan informasi terkait persyaratan dan kelengkapan dokumen yang harus dibawa calon peserta didik. Langkah ini dilakukan agar peserta yang dokumennya belum lengkap tidak perlu mengantre terlalu lama.
Selain layanan pengambilan PIN, sekolah juga membuka bantuan unggah dokumen bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis. Pelayanan berlangsung selama tujuh hari kerja mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Posko layanan SPMB juga disiapkan untuk melayani informasi umum, menerima aduan masyarakat, hingga membantu penyelesaian kendala saat proses pengambilan PIN maupun pendaftaran.
Sementara itu, Dindik Jatim masih menemukan sejumlah kendala dalam pelaksanaan awal SPMB, seperti proses entry nilai rapor oleh kepala SMP/MTs sederajat, kesalahan penginputan nilai, hingga kurang telitinya murid saat melakukan verifikasi nilai rapor.
Karena itu, Dindik Jatim meminta murid dan orang tua memahami petunjuk teknis SPMB, menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, serta memperhatikan jadwal pengambilan PIN sesuai sistem antrean yang telah ditetapkan.
Pelaksana Harian Kepala SMAN 9 Surabaya, Muhammad Romli, mengatakan sekolahnya telah menyiapkan panitia dan operator verifikasi untuk mendukung pelayanan.
“Kami menyiapkan 10 operator verifikasi sesuai jumlah akun operator yang dimiliki sekolah. Verifikasi dokumen dimulai tanggal 29 Mei sampai 10 Juni,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta didik yang telah mengunggah dokumen dari rumah hanya perlu datang ke sekolah untuk proses verifikasi langsung. Sebelum menuju meja operator, dokumen peserta terlebih dahulu diperiksa petugas di bagian depan guna memastikan kelengkapannya.
SMAN 9 Surabaya juga telah menyiapkan perangkat komputer dan ruang layanan verifikasi untuk mendukung kelancaran proses pengambilan PIN dan verifikasi dokumen SPMB 2026.
Baca Berita MEnarik Lainnya di Google News