
SURABAYA, 18 MEI 2026 – VNNMedia – Kamar Dagang dan Industri Surabaya resmi melantik 155 pengurus periode 2024–2029 di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Minggu (17/5/2026) malam. Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Kota Pahlawan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Surabaya, HM Ali Affandi LNM, mengatakan pemilihan Taman Surya sebagai lokasi pelantikan memiliki makna simbolis tentang keterbukaan dan sinergi pembangunan ekonomi.
“Taman Surya bukan hanya simbol gedung pemerintahan, tetapi simbol kolaborasi dan keterbukaan agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Ali Affandi.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi yang dinilai memberikan ruang kolaborasi luas bagi dunia usaha.
Menurut Ali, selama satu setengah tahun terakhir, Kamar Dagang dan Industri Surabaya telah menjalankan lebih dari 139 program dan kegiatan sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.
Dalam periode kepengurusan baru, Kadin Surabaya menyiapkan sejumlah program prioritas mulai dari pengembangan UMKM, penguatan SDM vokasi, hingga perluasan pasar internasional.
Ali menyebut pihaknya aktif melakukan misi dagang bersama Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur untuk membuka akses produk Surabaya ke pasar global. Salah satunya melalui kerja sama perdagangan dan logistik ke Malaysia.
“Kami melihat langsung produk dan potensi usaha Surabaya punya daya saing di pasar internasional,” katanya.
Di sektor UMKM, Kadin Surabaya bersama DPMPTSP menghadirkan pendampingan usaha berupa kurasi produk, fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sertifikasi halal bagi pelaku usaha kecil. “Kami percaya UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat,” ujarnya.
Selain itu, Kadin Surabaya juga mendorong pembentukan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) bersama Dinas Tenaga Kerja untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri.
Kadin Surabaya juga menaruh perhatian pada sektor olahraga sebagai penggerak ekonomi daerah. Menurut Ali, penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya akan menjadi peluang besar bagi sektor perhotelan, UMKM, hingga industri kreatif.
“Kami ingin ketika atlet bertanding, ekonomi rakyat juga ikut bergerak,” katanya.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai Surabaya memiliki potensi ekonomi besar karena ditopang kualitas sumber daya manusia yang tinggi.
Namun, ia mengingatkan tingginya urbanisasi dan persaingan kerja menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja dan penguatan program vokasi. “Persaingan global sekarang sudah masuk ke Kota Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, Samsul Hadi, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat ekonomi kota berbasis jasa dan perdagangan.
Ia berharap Kamar Dagang dan Industri Surabaya mampu menjadi rumah kolaborasi bagi para pengusaha sekaligus memperkuat pembinaan UMKM agar semakin berkembang dan naik kelas.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News