
London, Rabu 24 Juni 2026-VNNMedia- Dengan sedikit terisak dan suara bergetar Keir Starmer mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris dan Ketua Partai Buruh, pada hari Senin (22/6) waktu setempat
“Setiap keputusan yang saya ambil selalu didasarkan pada kepentingan negara yang saya cintai. Karena itulah saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh. Pagi ini saya juga telah berbicara dengan Yang Mulia Raja (Charles III) untuk menyampaikan keputusan saya tersebut,” ujar Starmer dalam pidato di kantornya, 10 Downing Street, dikutip dari CNN Indonesia
“Ketika saya meninggalkan jabatan terbesar di negara ini, saya akan memiliki lebih banyak waktu untuk menjalani peran yang paling penting dalam hidup saya: menjadi suami terbaik bagi istri saya yang luar biasa, Vic, yang selalu menjadi sandaran saya dalam suka dan duka,” lanjut Starmer sembari terisak
Mengutip Vatican News, mundurnya Starmer sudah diperkirakan dari lama setelah dukungan terhadap kendaraan politiknya, Partai Buruh, terus anjlok dalam beberapa bulan terakhir, dan mencapai puncaknya pada bulan Mei lalu dimana partai tersebut menuai hasil yang sangat mengecewakan dalam pemilu lokal
Minimnya suara yang diperoleh Partai Buruh dikarenakan rakyat Inggris menilai Starmer tidak memenuhi janji politiknya dan gagal memperbaiki krisis ekonomi yang melanda wilayah tersebut
Selain itu berbagai skandal seperti pemecatan Lord Peter Mandelson dari jabatan Duta Besar untuk AS dan pengunduran diri Wakil PM Angela Rayner terkait masalah pajak properti, semakin memojokkan Starmer dan memperburuk citra partai di mata publik
Kekalahan itu juga berujung pada desakan mundur oleh sekitar 100 anggota parlemen Partai Buruh kepada Starmer, dengan maksud agar partai memiliki kans untuk berubah sebelum pemilu berikutnya
Hubungan Starmer dengan partainya semakin runyam setelah pada Jumat pekan lalu, salah satu politisi kharismatik dan populer Partai Buruh, Andy Burnham, dipastikan kembali ke parlemen setelah meraih kemenangan besar dalam pemilu sela di Makerfield, dan menjadikannya kandidat utama menggantikan Starmer
Diketahui, di Inggris, siapa pun yang berhasil menguasai tampuk kepemimpinan partai mayoritas di parlemen, secara otomatis memegang kunci untuk menjadi Perdana Menteri. Itu sebabnya dinamika internal partai-seperti faksi, desakan mundur, dan mosi tidak percaya dari sesama anggota partai-bisa langsung menjatuhkan atau menaikkan seorang kepala pemerintahan
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News