
Beijing, Kamis 18 September 2025-VNNMedia- Badan siber China (CAC/Cyberspace Administration of China) melarang semua perusahaan teknologi dalam negeri untuk membeli chip AI buatan Nvidia, sebuah perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pemimpin global dalam bidang komputasi grafis dan kecerdasan buatan (AI)
Financial Times yang pertama kali melaporkan hal tersebut. Dalam artikelnya disebutkan bahwa CAC juga memerintahkan dua perusahaan teknologi terkemuka, Alibaba dan ByteDance, untuk menghentikan pengujian dan pemesanan server RTX Pro 6000D, buatan Nvidia yang dirancang khusus untuk pasar China
Kebijakan terbaru tersebut merupakan tindak lanjut dari himbauan Beijing pada akhir Agustus lalu, yang meminta perusahaan teknologi lokal agar beralih menggunakan chip buatan dalam negeri
Sementara itu CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan kekecewaannya atas keputusan pemerintah China. “Saya kecewa dengan apa yang terjadi, tetapi mereka memiliki agenda besar yang harus diselesaikan antara China dan Amerika Serikat. Dan saya bersabar. Kami akan terus mendukung pemerintah dan perusahaan China sesuai keinginan mereka,” kata Huang
Meski kecewa namun Nvidia telah bersiap kehilangan pangsa pasar di China. Hal tersebut nampak pada pernyataan mereka di bulan Juni, yang telah menghapus China dalam proyeksi keuntungan karena menurut mereka pasar tersebut pada dasarnya tertutup
Dalam laporan kinerja perusahaan untuk kuartal I, Nvidia menjelaskan bahwa potensial loss perusahaan bisa mencapai US$8 miliar di kuartal II karena tidak bisa menjual chip H2O ke China
sumber: TechCrunch
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News