
Washington DC, Kamis 21 Mei 2026-VNNMedia- Departemen Kehakiman Amerika Serikat resmi mendakwa mantan Presiden Kuba, Raul Castro (94), atas dugaan perannya dalam penembakan jatuh dua pesawat bantuan kemanusiaan pada tahun 1996.
Melansir ABC News, berdasarkan dokumen pengadilan yang dibuka pada hari Rabu (20/5), insiden tersebut menewaskan empat anggota Brothers to the Rescue-sebuah organisasi berbasis di Miami yang kerap melakukan misi kemanusiaan di Selat Florida untuk menyelamatkan pengungsi Kuba-termasuk tiga warga negara AS yaitu Carlos Costa, Armando Alejandre Jr., dan Mario de la Peña, serta seorang warga Kuba, Pablo Morales
Dakwaan yang dikeluarkan dewan juri pada 23 April ini mencakup tujuh tuduhan, di antaranya konspirasi membunuh warga AS dan perusakan pesawat. Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Todd Blanche, menyatakan dalam konferensi pers di Miami bahwa ini adalah pertama kalinya dalam hampir 70 tahun pimpinan senior Kuba didakwa di AS
Blanche menegaskan bahwa di bawah pemerintahan Presiden Trump, AS berkomitmen menuntut pertanggungjawaban siapa pun yang membunuh anggotanya, tanpa memandang jabatan atau waktu yang telah berlalu. Meski demikian, belum jelas apakah Castro akan benar-benar diadili di pengadilan AS.
Pejabat AS menuduh agen intelijen Kuba telah menyusup ke organisasi kemanusiaan tersebut pada awal 1990-an untuk membocorkan informasi penerbangan, yang kemudian digunakan militer Kuba untuk merencanakan penembakan di Selat Florida.
Merespons hal tersebut, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam keras dan menyebut dakwaan itu sebagai manuver politik tanpa dasar hukum untuk membenarkan agresi militer terhadap Kuba. Menteri Luar Negeri Kuba juga menambahkan bahwa insiden tahun 1996 merupakan bentuk pembelaan diri yang sah dan menuduh AS telah memanipulasi fakta sejarah
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News