
SURABAYA, 21 MEI 2026 – VNNMedia – Ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, mendapat intervensi gizi melalui program pemberian telur setiap hari yang dijalankan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk lewat program JAPFA for Kids.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan status gizi anak sekaligus edukasi hidup sehat di lingkungan sekolah dasar.
Sebanyak delapan sekolah dasar di Paciran dilibatkan dalam program
tersebut, yakni MIS Mu’awanah, MIS Mambaul Ma’Arif, MIS Muh. 07 Sidokelar, MIS Muh. 10 Tlogosadang, MIS Tarbiyatus Shibyan, SDN Kemantren, SDN Sidokelar, dan SDN Tlogosadang.
Melalui program ini, siswa mendapatkan asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan. Kepala SDN Kemantren, Paciran, Lamongan, Musri, mengatakan program tersebut sangat membantu pemenuhan gizi siswa di sekolahnya.
“Selama ini sumber protein anak-anak lebih banyak dari ikan. Kami berharap program ini terus berlanjut karena sangat membantu meningkatkan kesehatan dan gizi anak,” ujarnya.
Di SDN Kemantren sendiri, program menyasar 117 siswa kelas 1 hingga kelas 5 dari total 153 siswa yang ada.
Selain pemberian makanan bergizi, pihak sekolah juga mulai melakukan pemantauan tinggi badan dan berat badan siswa untuk melihat perkembangan status gizi mereka.
Program JAPFA for Kids sendiri telah berjalan selama 18 tahun dan kini menjangkau ribuan sekolah di Indonesia.
Data JAPFA menunjukkan, pada 2025 sebanyak 646 dari 1.034 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau setara 62,5 persen. Sementara pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa atau sekitar 51,5 persen juga mengalami peningkatan status gizi menjadi lebih baik.
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti menjelaskan, program ini dirancang secara terintegrasi agar dampaknya dapat dipantau secara konsisten.
“Program ini tidak hanya memberikan protein hewani, tetapi juga melakukan monitoring perkembangan gizi siswa melalui aplikasi digital,” ujarnya.
Selain pemberian telur harian, JAPFA for Kids juga menghadirkan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, hingga pembiasaan pola hidup sehat melalui kegiatan Hari Sehat JAPFA.
Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau lebih dari 201 ribu siswa, 13 ribu guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia.
Di Jawa Timur, pelaksanaan program di Kecamatan Paciran melibatkan lebih dari 1.100 siswa dan sekitar 150 guru.
Sementara itu, Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak menjadi bagian penting dalam membangun kualitas generasi masa depan Indonesia.
“Kami percaya masa depan Indonesia dimulai dari anak-anak yang mendapatkan asupan gizi baik dan tumbuh dalam lingkungan sehat,” katanya.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 11 persen anak usia 5-12 tahun di Indonesia masih masuk kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).
Karena itu, JAPFA mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat edukasi gizi dan pola hidup sehat sejak usia dini.
Pakar gizi masyarakat dari Universitas Indonesia, Prof. Sandra Fikawati menilai edukasi mengenai pentingnya protein hewani dan pola makan seimbang masih perlu diperluas kepada masyarakat.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News