
Washington, Rabu 26 Agustus 2026-VNNMedia- Pengurusan visa Amerika Serikat (AS) di tingkat global mengalami gangguan menyusul keputusan Washington untuk menunda sejumlah janji temu bagi para pemohon dari berbagai negara
Seperti dilaporkan Reuters yang dikutip dari kontan.co.id, pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan pada hari Selasa (25/8) bahwa pemerintah saat ini sedang mengadakan program pelatihan global bagi petugas konsuler di kedutaan dan konsulat AS di seluruh dunia. “Janji temu untuk layanan visa akan disesuaikan guna mengakomodasi pelatihan tersebut,” ujar pejabat
Menurutnya tujuan pelatihan adalah untuk membantu petugas menyaring pemohon yang dinilai berpotensi bergantung pada bantuan publik AS sehingga proses evaluasi pemohon visa dapat dilakukan secara menyeluruh dan konsisten
Pemohon yang sebelumnya telah mengantongi janji temu wawancara di kedutaan dan konsulat AS, dilaporkan telah menerima email pemberitahuan penundaan dengan jadwal baru akan dikonfirmasikan kemudian
Sebagai informasi, Trump telah meluncurkan kebijakan pengetatan imigrasi dengan dalih untuk meningkatkan keamanan dalam negeri. Kebijakan yang berfokus pada doktrin America First untuk memperketat akses masuk dan melindungi tenaga kerja domestik
Pemerintah mengajukan usulan biaya baru visa pekerja terampil (H-1B) hingga US$103.265 per permohonan, ditambah biaya perpanjangan atau transfer hingga US$4.500. Selain biaya kerja, diterapkan pula penapisan ketat berupa pemeriksaan rekam jejak digital dan media sosial bagi pemohon visa
Untuk visa kunjungan atau turis dari negara berisiko tinggi overstay, pemerintah menerapkan jaminan deposit uang sebesar US$5.000 hingga US$15.000 yang dikembalikan jika aturan masa tinggal dipatuhi
Penegakan hukum diperketat lewat penambahan anggaran perbatasan, penolakan cepat di batas wilayah, serta peninjauan sistem janji temu konsuler yang memicu penundaan pemrosesan visa global. Pemerintah juga menindak tegas praktik wisata melahirkan untuk membatasi pemberian kewarganegaraan otomatis bagi anak yang lahir di wilayah Amerika Serikat
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News