
PROBOLINGGO, 10 JUNI 2026 – VNNMedia – Pemprov Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat ketahanan pangan, serta mempertahankan daya beli masyarakat. Program Pasar Murah ke-76 Tahun 2026 tersebut digelar di kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang, Kota Probolinggo, Senin (8/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan bahan pangan di tengah dinamika harga sejumlah komoditas.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Pasar Murah bukan sekadar kegiatan penjualan sembako bersubsidi, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Pasar Murah ini merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” ujarnya.
Menurutnya, komoditas yang dijual dalam setiap pelaksanaan Pasar Murah selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan harga di lapangan, khususnya komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan.
Dalam Pasar Murah kali ini, warga dapat membeli beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu tersedia telur ayam ras Rp22.000 per paket, daging ayam ras Rp30.000 per paket, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, hingga paket cabai Rp5.000 per 200 gram yang menjadi salah satu komoditas paling diminati masyarakat.
Khofifah berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai efektif sebagai instrumen stabilisasi harga dan pengendalian inflasi.
“Harapannya, kita bisa menggelar kegiatan Pasar Murah ini secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini kita dapat melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi secara lebih efektif,” katanya.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, distributor, pelaku usaha hingga pemangku kepentingan lainnya yang selama ini berperan menjaga stabilitas harga pangan di Jawa Timur.
Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo atas keberhasilannya menjaga inflasi daerah sehingga memperoleh penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. “Saya mengucapkan selamat atas prestasi Wali Kota Probolinggo atas keberhasilannya mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi, Pasar Murah juga menghadirkan berbagai produk unggulan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan UMKM lokal. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Dengan terus bergulirnya program Pasar Murah di berbagai daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, inflasi terkendali, dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News