Menteri PKP: Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Terus Berjalan, Siap Diperluas

JAKARTA, 10 JUNI 2026 – VNNMedia – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan perkembangan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu rumah tidak layak huni kepada Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau. Laporan tersebut disampaikan Maruarar Sirait saat bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Menteri PKP juga memaparkan sejumlah perkembangan program strategis di sektor perumahan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Program Bedah Rumah terus berjalan dengan sasaran mengubah rumah tidak layak huni menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Program Bedah Rumah menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Selain melaporkan progres program tersebut, Maruarar juga mengusulkan penambahan Program Bedah Rumah pada 2027 agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Usulan tersebut telah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo.
Rusun Subsidi Meikarta Mulai Dibangun

Dalam laporannya, Menteri PKP turut menyampaikan perkembangan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.

Proyek tersebut merupakan bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah di sektor perumahan.

Menurut Teddy, pembangunan rusun subsidi tersebut telah memasuki tahap pembersihan lahan (land clearing) dan peletakan batu pertama (groundbreaking).

“Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking,” katanya.

Pemerintah berharap pembangunan rusun subsidi dapat menjadi solusi penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Selain Program Bedah Rumah dan pembangunan rusun subsidi, pemerintah juga terus mempercepat berbagai program prioritas lainnya di sektor perumahan.

Program tersebut meliputi pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan skema pembiayaan perumahan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan perluasan Program Bedah Rumah, pembangunan rusun subsidi, serta percepatan Program 3 Juta Rumah, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati hunian yang lebih baik dan memiliki akses terhadap perumahan yang terjangkau.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News