SPMB SMA-SMK Jatim 2026 Makin Tertib, Verifikasi Data Kini Terjadwal

NGAWI, 8 JUNI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar, transparan, dan semakin nyaman bagi masyarakat.

Hal tersebut terlihat saat Khofifah meninjau langsung proses pengambilan PIN, verifikasi, dan validasi data calon murid di sejumlah sekolah negeri di Kota Madiun dan Kabupaten Ngawi.

Di Madiun, Khofifah memantau pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun. Sementara di Ngawi, ia meninjau proses verifikasi dan validasi data di SMAN 2 Ngawi dan SMKN 1 Ngawi.

Dalam kunjungannya, Khofifah menegaskan bahwa sistem verifikasi data yang dilakukan secara terjadwal menjadi salah satu inovasi penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Melalui sistem tersebut, calon murid dan orang tua mendapatkan jadwal kedatangan yang sudah ditentukan sehingga pelayanan berlangsung lebih tertib tanpa antrean panjang.

“Melalui sistem ini, calon murid bisa mengetahui tanggal dan jam verifikasi secara pasti. Pelayanan menjadi lebih nyaman, tertib, dan seluruh peserta dapat terlayani dengan baik,” kata Khofifah.

Menurutnya, tahapan verifikasi dan validasi data menjadi bagian penting dalam proses SPMB untuk memastikan seluruh data yang diunggah secara daring sesuai dengan dokumen asli yang dimiliki calon murid.

Proses tersebut dilakukan dengan mencocokkan nilai rapor dan dokumen pendukung lainnya yang telah diinput secara online dengan dokumen fisik yang dibawa peserta. Di setiap sekolah juga telah disiapkan operator khusus untuk membantu dan mempercepat proses verifikasi.

“Dari hasil pemantauan, proses berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti. Verifikasi ini penting untuk memastikan seluruh data peserta valid sehingga proses seleksi berlangsung adil, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Khofifah juga menyempatkan diri menyapa para calon murid yang sedang menjalani proses verifikasi. Ia memberikan motivasi dan semangat agar para siswa dapat diterima di sekolah yang menjadi pilihan mereka.

Selain memastikan kelancaran layanan, Gubernur Khofifah mengapresiasi kesiapan sekolah dalam menyediakan fasilitas yang nyaman bagi masyarakat. Ruang pelayanan yang representatif dan sistem antrean berbasis jadwal dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.

Pelaksanaan SPMB tahun ini juga mendapat respons positif dari para orang tua siswa. Salah seorang wali murid di Madiun, Tyas, mengaku proses verifikasi berlangsung mudah dan informatif.

“Sangat mudah sekali. Petugas memberikan penjelasan yang jelas dan ada layanan konsultasi jika ada yang ingin ditanyakan,” katanya.

Senada dengan itu, wali murid lainnya, Ana, menilai proses verifikasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Saya berharap anak saya bisa diterima di sekolah yang diinginkan. Prosesnya cukup mudah dan tidak membingungkan,” ujarnya.

Kepala SMAN 4 Madiun, Nunung Nurlaela, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB hingga saat ini berjalan sesuai petunjuk teknis dan berlangsung tertib.

Sementara Kepala SMKN 1 Madiun, Septa Krisdiyanto, mengungkapkan minat masyarakat terhadap sekolahnya terus meningkat. Hingga saat ini sekitar 200 calon murid telah mendaftar, dengan program keahlian Teknik Permesinan menjadi jurusan yang paling diminati.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan penyempurnaan mekanisme SPMB sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, responsif, dan ramah masyarakat.

Berdasarkan jadwal resmi, proses pengambilan PIN secara mandiri berlangsung hingga 9 Juni 2026, sedangkan verifikasi dan validasi data berakhir pada 10 Juni 2026. Setelah itu, pendaftaran peserta didik baru akan dilaksanakan melalui berbagai jalur, mulai domisili, afirmasi, mutasi orang tua, prestasi hasil lomba, hingga prestasi akademik.

Khofifah menegaskan sistem SPMB Jawa Timur dirancang secara terbuka sehingga seluruh tahapan dapat dipantau masyarakat secara transparan. Seleksi dilakukan berdasarkan kombinasi nilai rapor dengan bobot 60 persen dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 40 persen.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News