Khofifah Minta ASN Adaptif Hadapi AI dan Krisis Global, Jatim Tumbuh Tertinggi di Jawa

SURABAYA, 19 MEI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta aparatur sipil negara (ASN) menjadi pemimpin adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global, mulai dari disrupsi Artificial Intelligence (AI), perubahan iklim, hingga ancaman krisis pangan dunia.

Pesan itu disampaikan Khofifah saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 dan penutupan Latsar CPNS di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Selasa (19/5/2026).

“Birokrasi tidak boleh berjalan dengan pola lama. Pemerintahan harus bergerak lebih adaptif, responsif, dan berbasis inovasi,” kata Khofifah.

Menurutnya, ASN saat ini tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menjadi strategic leader dan game changer yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Khofifah menegaskan, kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi kunci menghadapi perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

Di tengah tantangan tersebut, Jawa Timur disebut tetap menunjukkan kinerja positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen year on year (yoy), tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui rata-rata nasional.

Selain itu, Jawa Timur juga masih menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi nasional pada 2025, dengan produksi padi mencapai 10,57 juta ton gabah kering giling (GKG).

Khofifah mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, teknologi, dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Muhammad Taufiq menegaskan ASN harus terus belajar agar mampu mengikuti percepatan perubahan global. “Adaptif itu kata kuncinya belajar agar birokrasi bisa terus menyesuaikan dengan perubahan,” ujarnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News