PBNU Lantik Pengurus PCNU Sumenep 2026–2031, Fokus Penguatan SDM dan Pelayanan Umat

SUMENEP, 17 Mei 2026 – VNNMedia – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik dalam prosesi khidmat di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Kecamatan Gapura, Sabtu (16/05/2026). Pelantikan tersebut mengusung tema “Transformasi Jam’iyah dalam Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat.”

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. KH Abd. A’la Basyir. Sebelum prosesi dimulai, Sekretaris PWNU Jawa Timur, Ir. H. Muhammad Faqih, membacakan Surat Keputusan PBNU Nomor: 104/PB.01/A.II.01.45/99/04/2026 tentang pengesahan kepengurusan PCNU Sumenep masa khidmat 2026–2031.

Kegiatan tersebut juga mencakup Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, jajaran Ketua PCNU se-Madura, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep, badan otonom Nahdlatul Ulama, MWCNU se-Kabupaten Sumenep, hingga PRNU se-Kecamatan Gapura.

Ketua PCNU Sumenep, KH Md. Widadi Rahim, menyampaikan apresiasi atas semangat warga Nahdliyin yang terus menjaga dan mengembangkan organisasi di berbagai tingkatan.

Ia menjelaskan, kepengurusan PCNU Sumenep masa khidmat 2026–2031 terdiri dari 69 pengurus inti dan 362 pengurus lembaga. Mayoritas berasal dari alumni pesantren lokal seperti Al-Karimiyyah, Annuqayah, Al-Is’af dan sejumlah pesantren lainnya, termasuk alumni beberapa pesantren besar nasional.

“Sebagian juga berasal dari kalangan nonpesantren namun profesional, seperti pemerintahan, dokter, pengacara dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Kiai Widadi, komposisi kepengurusan tersebut menjadi bagian dari transformasi NU yang tetap menjaga sanad keilmuan pesantren sekaligus membuka ruang profesionalisme dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Kami terinspirasi dari pernyataan Ketua Umum PBNU tentang Surat An-Nur ayat 35, bahwa keberadaan NU harus menjadi pelita penerang bagi umat manusia. Maka PCNU Sumenep akan ikut andil dalam hal tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kekuatan utama kepengurusan baru. Dari total pengurus yang dilantik, terdapat 17 orang bergelar doktor (S3), sekitar 70 orang bergelar magister (S2), serta sisanya berasal dari lulusan sarjana dan kalangan pesantren.

“Ini transformasi NU yang tidak kehilangan sanad keilmuan. Tetap berpijak pada tradisi Aswaja. Komponen kepengurusan yang dimiliki tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam manajerial, profesionalitas, dan kualitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepengurusan PCNU Sumenep ke depan tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, melainkan benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui program-program nyata yang menyentuh kebutuhan umat.

“Ke depan kami tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial saja, tapi juga benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat,” tandas Widadi.

Pelantikan berlangsung penuh khidmat dengan menampilkan ribuan warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep yang memadati kawasan Pondok Pesantren Al-Karimiyyah sejak pagi hari.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia