
SURABAYA, 8 MEI 2026 – VNNMedia – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menegaskan penguatan kualitas menjadi fondasi utama agar UMKM batik dan kriya di Jawa Timur mampu scale up dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Arumi saat membuka pameran produk kriya di Exhibition Hall Grand City Mall Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Menurut Arumi, proses UMKM naik kelas tidak hanya sebatas meningkatkan produksi, tetapi juga mencakup penguatan kualitas produk, desain, branding, hingga strategi pemasaran yang lebih profesional.
“Naik kelas itu artinya kualitas produknya meningkat, standarnya lebih baik, desainnya lebih kuat, dan cara memasarkannya juga lebih profesional,” ujarnya.
Ia menilai, tanpa fondasi kualitas yang kuat, pelaku UMKM akan sulit melakukan scale up atau memperluas pasar usaha. Karena itu, Dekranasda Jawa Timur mendorong para perajin batik dan kriya agar lebih siap dari sisi produk, manajemen usaha, hingga identitas merek.
“Kalau fondasi kualitasnya belum kuat, sulit untuk scale up. Maka yang kita lakukan adalah memastikan UMKM ini benar-benar siap,” katanya.
Arumi menjelaskan, strategi scale up UMKM batik di Jawa Timur kini diarahkan pada transformasi produk dari sekadar komoditas menjadi identitas budaya yang memiliki nilai tambah tinggi.
Menurutnya, kekuatan batik tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga cerita, sejarah, dan karakter budaya yang melekat di dalamnya.
“Yang kita jual bukan hanya produknya, tetapi juga cerita dan sejarah di baliknya. Di situlah kekuatan branding batik kita,” ujarnya.
Selain memperkuat branding dan storytelling, Dekranasda Jatim juga mendorong pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital melalui platform omnichannel agar jangkauan pasar semakin luas.
Arumi menyebut pengembangan UMKM memiliki dampak besar terhadap perekonomian Jawa Timur. Berdasarkan data, jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 4,58 juta unit usaha atau sekitar 99,72 persen dari total struktur usaha daerah.
Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur juga mencapai 60,08 persen pada 2024. “Ketika UMKM didorong scale up, dampaknya akan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, posisi strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara juga menjadi peluang besar bagi UMKM batik dan kriya untuk memperluas akses pasar, baik nasional maupun internasional.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News