
JAKARTA, 4 MEI 2026 – VNNMedia – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan ketahanan kinerja di tengah tantangan industri. Pada kuartal I 2026, perusahaan mencatat volume penjualan sebesar 8,71 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp8,29 triliun.
Dari sisi profitabilitas, SIG membukukan EBITDA sebesar Rp1,06 triliun, laba sebelum pajak Rp156 miliar, serta laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp80 miliar.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari strategi transformasi bisnis yang konsisten dijalankan sejak 2025. “Transformasi difokuskan pada penguatan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio,” ujarnya.
Secara tahunan, volume penjualan SIG tumbuh 1,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan penjualan domestik sebesar 5,4 persen, terutama dari segmen semen kantong yang melonjak hingga 11 persen.
Namun, tekanan tetap terasa dari sisi biaya. Beban pokok pendapatan naik 8,6 persen seiring kenaikan harga energi dan bahan bakar, sementara biaya operasional meningkat 9 persen. Meski demikian, SIG berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4 persen.
“Pendapatan tumbuh 8,3 persen dan laba meningkat 88,7 persen. Ini menunjukkan strategi yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” kata Vita.
Untuk memperkuat kinerja ke depan, SIG juga mengandalkan ekspansi pasar ekspor. Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama mitra internasional, perusahaan telah merampungkan pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pertengahan 2026.
Menurut Vita, ekspor akan menjadi strategi kunci untuk mengatasi kelebihan kapasitas di pasar domestik sekaligus meningkatkan margin. “Fasilitas ini akan mendorong ekspor tidak hanya ke Amerika Serikat, tetapi juga ke berbagai negara lainnya,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, SIG optimistis mampu menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri semen global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News