May Day 2026 Jadi Titik Balik, Pemprov Jatim Dorong Akses Pendidikan dan Transportasi untuk Buruh

SURABAYA, 1 MEI 2026 – VNNMedia – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja memadati halaman Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (1/5/2026). Peringatan May Day tahun ini berlangsung dalam suasana kebersamaan antara pekerja dan pemerintah daerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak serta jajaran Forkopimda hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini menitikberatkan pada penguatan kebijakan berbasis kebutuhan riil buruh. Salah satu fokus utama adalah peningkatan akses pendidikan bagi anak pekerja melalui perluasan kuota afirmasi.

Pemprov Jatim mengakui realisasi program tersebut masih belum optimal. Hingga kini, capaian kuota afirmasi baru sekitar 1,33 persen dari target 5 persen pada 2025. Karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat implementasinya agar lebih banyak keluarga buruh mendapat akses pendidikan berkualitas.

“Pendidikan menjadi kunci mobilitas sosial. Kami ingin anak-anak buruh punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Khofifah.

Selain pendidikan, aspek mobilitas pekerja juga menjadi perhatian. Pemprov Jatim merencanakan pengembangan koridor baru Bus Trans Jatim di kawasan Pasuruan Raya. Rute ini dirancang untuk menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat industri, termasuk PIER, sehingga dapat menekan biaya dan waktu perjalanan buruh.

“Transportasi publik yang terjangkau dan terintegrasi akan sangat membantu produktivitas pekerja,” tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan kebijakan pendukung berupa insentif pajak kendaraan bermotor bagi buruh berpenghasilan rendah. Skema ini tengah difinalisasi agar tepat sasaran dan benar-benar meringankan beban ekonomi pekerja.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim bersama DPRD juga mendorong percepatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon sebagai upaya memperkuat perlindungan tenaga kerja di masa depan.

Momentum May Day juga dimanfaatkan untuk memperkuat jaring pengaman sosial. Dalam acara tersebut, pemerintah menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja, mencakup jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, hingga beasiswa pendidikan.

Ketua SPSI Jatim Ahmad Fauzi menilai arah kebijakan ini menunjukkan keberpihakan yang lebih konkret kepada buruh. Ia menyebut fokus pada pendidikan dan transportasi sebagai langkah strategis yang berdampak jangka panjang.

“Ini bukan hanya bantuan sesaat, tapi investasi untuk masa depan buruh dan keluarganya,” ujarnya.

Peringatan May Day 2026 di Jawa Timur ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan antara pemerintah dan pekerja, sekaligus penegasan komitmen kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan buruh.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News