USTDA Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Jatim, Sasar Energi hingga Kota Cerdas

SURABAYA, 1 MEI 2026 – VNNMedia – Peluang investasi infrastruktur dari Amerika Serikat terbuka bagi pelaku usaha Jawa Timur. United States Trade and Development Agency menawarkan kerja sama di sektor energi, transportasi, hingga infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kerja sama ini menyasar sejumlah sektor prioritas, mulai dari energi dan sumber daya mineral, transportasi darat, laut, dan udara, hingga pengembangan infrastruktur digital dan kota cerdas (smart city).

Perwakilan U.S. International Development Finance Corporation Kedutaan Besar AS di Jakarta, Adrian Bastien, menjelaskan bahwa USTDA berperan sebagai penggerak awal (first mover) dalam pengembangan proyek infrastruktur di negara berkembang.

Menurutnya, dukungan diberikan sejak tahap awal proyek, mulai dari identifikasi peluang, studi kelayakan, hingga persiapan proyek agar layak secara komersial dan siap didanai. “USTDA hadir untuk memastikan proyek infrastruktur memiliki kualitas tinggi dan siap menarik investasi,” ujarnya.

Secara global, USTDA telah berkontribusi pada lebih dari USD127 miliar nilai ekspor serta mendukung ratusan komunitas dan pelaku usaha kecil. Bahkan, setiap USD1 yang diprogramkan mampu menghasilkan rata-rata USD226 nilai ekspor.

Selain USTDA, pemerintah AS juga melibatkan U.S. International Development Finance Corporation sebagai penyedia pembiayaan proyek. Lembaga ini berperan memobilisasi modal swasta untuk sektor strategis seperti infrastruktur, mineral kritis, dan teknologi maju.

Pendekatan kolaboratif tersebut juga melibatkan sejumlah lembaga AS lainnya, termasuk Export-Import Bank dan U.S. Foreign Commercial Service, guna mempercepat realisasi proyek serta mengatasi hambatan regulasi dan implementasi.

Perwakilan USTDA Kedutaan Besar AS, Anna Pitzer, menegaskan lembaganya memiliki dua misi utama, yakni mendorong pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi di negara berkembang serta memperluas ekspansi teknologi dan layanan perusahaan AS di pasar global.

Ia menyebut sektor prioritas kerja sama mencakup energi, infrastruktur digital (termasuk keamanan siber), transportasi dan penerbangan, mineral kritis, hingga sektor kesehatan.

“Hingga saat ini, kami telah mendukung lebih dari 1.000 proyek di lebih dari 32 negara, termasuk lebih dari 35 proyek di Indonesia,” jelasnya.

Dalam konteks domestik, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis berkat basis industri yang kuat, tenaga kerja kompeten, serta konektivitas yang terus berkembang. Namun, pembangunan infrastruktur skala besar tetap membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, swasta, dan mitra internasional.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, investasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui transfer teknologi dan pengetahuan.

“Kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk mampu memberikan manfaat maksimal, termasuk peningkatan kualitas SDM lokal,” ujarnya.

Ke depan, sinergi antara investasi infrastruktur dan penguatan SDM diharapkan mampu meningkatkan daya saing Jawa Timur dalam menarik investasi global, sekaligus memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Amerika Serikat yang berkelanjutan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News