S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level BBB, Sinyal Kuat Ketahanan Ekonomi

JAKARTA, 19 APRIL 2026 – VNNMedia – Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) kembali menegaskan peringkat kredit Indonesia tetap berada di level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini menjadi indikator kuat bahwa fundamental ekonomi nasional masih solid di tengah tantangan global.

Kabar tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai pertemuan dengan S&P di Washington DC. Menurutnya, penilaian ini mencerminkan kepercayaan global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia meski dunia menghadapi perlambatan pertumbuhan, suku bunga tinggi, dan ketidakpastian geopolitik.

Peringkat BBB sendiri termasuk kategori investment grade, yang menunjukkan risiko gagal bayar relatif rendah. Status ini penting untuk menjaga kepercayaan investor, menekan biaya pinjaman, serta mendorong arus investasi ke dalam negeri.

Purbaya menjelaskan, S&P memberikan perhatian khusus pada konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, terutama defisit anggaran yang tetap dikendalikan di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Mereka mendalami kondisi fiskal kita, termasuk defisit tahun ini dan sebelumnya, untuk memastikan konsistensi kita menjaga di bawah 3 persen dari PDB,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan, arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga defisit APBN secara prudent menjadi faktor penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, S&P juga menyoroti perbaikan kinerja penerimaan negara. Pada dua bulan pertama tahun ini, pertumbuhan pajak tercatat mencapai 30 persen, sementara periode Januari hingga Maret meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Kinerja tersebut mencerminkan pemulihan aktivitas ekonomi domestik sekaligus memperkuat basis penerimaan negara. Pemerintah juga telah melakukan restrukturisasi organisasi Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai guna meningkatkan efektivitas pengumpulan pendapatan.

“Ketika kami sampaikan pertumbuhan pajak yang signifikan, mereka merespons positif,” kata Purbaya.

Tak hanya itu, S&P turut mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun lalu serta tren positif berbagai indikator ekonomi di awal pemerintahan Presiden Prabowo.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara. Menurut Purbaya, indikator tersebut akan terus dipantau agar tidak membebani ruang fiskal ke depan.

“Kami akan terus memonitor agar kondisi ekonomi tetap terjaga dan fiskal tetap sehat,” ujarnya.

Dengan tetap bertahannya rating Indonesia di level BBB dan outlook stabil, pasar global mendapatkan sinyal bahwa ekonomi nasional mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin fiskal, dan stabilitas keuangan, meski di tengah tekanan eksternal.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News