
BANDUNG, 19 APRIL 2026 – VNNMedia – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung deklarasi seruan perdamaian dunia yang ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Deklarasi tersebut disampaikan dalam rangkaian Halal Bihalal dan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid Al Jabbar, Sabtu (18/4/2026).
Acara ini diikuti puluhan ribu anggota Muslimat NU dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, serta tausiyah dari para tokoh agama.
Momentum tersebut semakin istimewa dengan pembacaan deklarasi PW Muslimat NU Jawa Barat yang berisi sembilan seruan kepada PBB. Intinya, mendorong penghentian konflik bersenjata dan percepatan terwujudnya perdamaian dunia sebagai bentuk komitmen kemanusiaan global.
“Surat ini adalah seruan kita kepada dunia, khususnya PBB, agar berkomitmen menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian,” tegas Khofifah.
Dalam deklarasi itu, Muslimat NU mendesak penghentian segera konflik bersenjata, penguatan diplomasi damai, serta perlindungan maksimal bagi warga sipil, khususnya perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya perlindungan tenaga medis, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, jurnalis, serta akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Tak hanya itu, Muslimat NU juga menyerukan penegakan hukum internasional dan hak asasi manusia, peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian, hingga program rehabilitasi dan pemulihan pascakonflik, termasuk dukungan psikososial bagi korban.
Khofifah menegaskan, peringatan Harlah ke-80 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor, termasuk dalam diplomasi perdamaian global. Ia optimistis kekuatan Muslimat NU yang didukung berbagai disiplin ilmu mampu memberi kontribusi nyata dalam isu kemanusiaan internasional.
Menurutnya, deklarasi ini menunjukkan bahwa Muslimat NU tidak hanya fokus pada urusan domestik, tetapi juga responsif terhadap persoalan global. Surat tersebut rencananya akan dikirimkan secara kolektif ke PBB melalui koordinasi dengan berbagai organisasi perempuan.
Selain isu kemanusiaan, peringatan ini juga dimanfaatkan untuk mendorong kemandirian ekonomi anggota. Melalui kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Muslimat NU mengembangkan program pemberdayaan seperti perencanaan haji dan umrah serta layanan cicilan emas.
Di akhir acara, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada keluarga para anggota Muslimat NU yang telah memberikan dukungan, sehingga mereka dapat berkontribusi aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News