
JAKARTA, 17 April 2026 — VNNMedia – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship di seluruh Indonesia. Program ini ditujukan untuk melindungi kelompok berisiko tinggi sekaligus menekan penyebaran virus campak di fasilitas layanan kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan imunisasi ini menyasar ratusan ribu tenaga kesehatan, terutama di wilayah dengan tingkat kasus campak tinggi.
“Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak. Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” ujar Andi.
Secara rinci, program ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, sebanyak 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia juga menjadi target vaksinasi.
Berdasarkan data surveilans Kemenkes, tren kasus campak nasional menunjukkan penurunan cukup signifikan. Pada minggu pertama 2026, kasus tercatat mencapai 2.220, kemudian turun drastis menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.
Meski demikian, Kemenkes menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya di 14 provinsi dengan angka kasus tertinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat. Di sisi lain, capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah daerah terdampak juga terus digenjot.
Hingga 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai cakupan 100 persen, disusul Kabupaten Bima sebesar 80,8 persen dan Kota Palembang 60,9 persen.
Pelaksanaan imunisasi MR bagi tenaga kesehatan dimulai pada 10 April 2026 di masing-masing rumah sakit tempat mereka bekerja. Vaksin diberikan dengan dosis 0,5 ml secara subkutan, dengan ketentuan berdasarkan riwayat imunisasi sebelumnya.
Tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis tidak perlu divaksin ulang. Sementara yang baru menerima satu dosis akan mendapat tambahan satu dosis, dan mereka yang belum pernah imunisasi diwajibkan menerima dua dosis dengan jeda minimal 28 hari.
Kick-off program ini digelar serentak di enam rumah sakit perwakilan, yakni RSUP H. Adam Malik Medan, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, RS Pusat Otak Nasional Jakarta, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta, RSUD Kota Bandung, serta RS Kemenkes Makassar.
Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menyambut positif langkah ini. “Harapannya, kejadian campak pada orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan, dapat dicegah karena riwayat imunisasi sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan 160 tenaga kesehatan menerima vaksin pada hari pertama pelaksanaan.
Di Jakarta, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso mencatat peningkatan kasus campak dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini, hingga April saja sudah hampir 70 pasien,” kata dr. Nur Aliza. Ia menegaskan komitmen rumah sakit untuk mendistribusikan vaksin secara bertahap kepada seluruh tenaga kerja.
Seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, dr. Rizky, menilai vaksinasi MR menjadi langkah penting dalam memberikan perlindungan menyeluruh. “Vaksinasi ini penting sebagai perlindungan ganda bagi tenaga kesehatan, pasien, maupun lingkungan kerja,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News