
SURABAYA, 16 APRIL 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) Geopark Ijen agar tetap mempertahankan status Green Card pada 2026.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Hakim, Khofifah menekankan bahwa revalidasi merupakan evaluasi wajib setiap empat tahun untuk memastikan pengelolaan geopark tetap sesuai standar internasional UNESCO.
Menurut Khofifah, Geopark Ijen kini memasuki fase penting karena telah melalui satu siklus penuh pengakuan internasional. Karena itu, kesiapan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar kawasan tersebut tetap memenuhi indikator penilaian UNESCO.
Revalidasi UNESCO akan menilai berbagai aspek, mulai dari kondisi terkini kawasan, perkembangan pengelolaan, hingga capaian yang telah dilakukan sejak penetapan sebelumnya. Hasil evaluasi akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card jika status dipertahankan, Yellow Card bila memerlukan perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card jika dicabut dari jaringan UNESCO.
Pemprov Jatim menilai keberhasilan mempertahankan Green Card memiliki dampak strategis, tidak hanya sebagai pengakuan internasional, tetapi juga untuk mendorong kunjungan wisata berbasis minat khusus, menarik investasi, meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, serta memperkuat pelestarian lingkungan dan budaya.
Khofifah juga menegaskan bahwa pengembangan Geopark Ijen harus menjadi model geopark berkelanjutan tingkat global. Ia meminta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat agar manfaat geopark terus dirasakan masyarakat di Banyuwangi dan Bondowoso.
Selain sektor pariwisata, keberadaan Geopark Ijen dinilai telah memberi dampak nyata pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan pendidikan, pelestarian budaya, serta riset ilmiah di kawasan tersebut.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News