
JAKARTA, 7 APRIL 2026 – VNNMedia – PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX: MBMA) membuktikan ketangguhannya di tengah fluktuasi pasar komoditas global. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) ini resmi melaporkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 (FY2025) dengan raihan pendapatan mencapai USD1,435 miliar.
Meskipun harga nikel global sempat mengalami pelemahan, MBMA tetap mencatat EBITDA sebesar USD219 juta. Capaian ini didorong oleh lonjakan volume produksi nikel dan kontribusi operasional sektor hilir yang kian efisien.
Kunci utama resiliensi MBMA terletak pada kinerja Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Sepanjang tahun 2025, tambang ini mencatatkan peningkatan volume produksi yang signifikan dengan rincian produksi bijih saprolit mencapai 7,0 juta wet metric ton (wmt) serta bijih limonit sebesar 14,7 juta wmt.
Keberhasilan produksi ini menjadi pondasi kuat bagi integrasi rantai nilai nikel Perseroan.
Di sektor hilir, MBMA sukses memproduksi 73.871 ton Nickel Pig Iron (NPI) serta sekitar 19.998 ton High-Grade Nickel Matte (HGNM). Selain itu, proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) memberikan kontribusi positif melalui produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang mencapai 25.994 ton.
Memasuki tahun 2026, MBMA telah menyiapkan peta jalan pertumbuhan yang agresif dengan target utama mencapai swasembada bijih 100% untuk seluruh fasilitas pengolahannya.
Presiden Direktur MBMA, Teddy Oetomo, menegaskan bahwa Perseroan tetap tangguh di tengah tekanan harga global dan akan terus mempercepat pengembangan ekosistem hilir yang terintegrasi.
Untuk mencapai ambisi tersebut, MBMA menargetkan peningkatan produksi menjadi 8-10 juta wmt saprolit dan 20-25 juta wmt limonit pada tahun 2026. Ekspansi juga dilakukan pada produksi HGNM yang diproyeksikan naik signifikan menjadi 44.000–48.000 ton.
Selain itu, Perseroan menjadwalkan commissioning jalur pertama proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) berkapasitas 90.000 ton pada semester kedua 2026.
Efisiensi operasional juga akan ditingkatkan melalui pengoperasian Feed Preparation Plant (FPP) yang memungkinkan pengiriman slurry limonit melalui sistem pipa.
Tak hanya fokus pada angka, MBMA terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui peningkatan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Langkah ini mempertegas posisi MBMA sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle). Dengan portofolio aset yang terintegrasi dari tambang hingga hilir, Perseroan optimis dapat menangkap peluang besar dalam transisi energi hijau di masa depan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News