
SURABAYA, 10 JULI 2025 – VNNMedia – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), bagian dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), mencatat peningkatan signifikan dalam kinerja layanan terminal peti kemas, baik dari sisi produktivitas bongkar muat maupun efisiensi layanan di lapangan.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam memberikan layanan terminal yang cepat, andal, dan terukur bagi seluruh pelanggan jasa kepelabuhanan.
Salah satu indikator utama performa terminal adalah Box per Ship per Hour (BSH)—ukuran berapa banyak peti kemas yang dibongkar atau dimuat per kapal per jam. Saat ini, BSH TPS tercatat di angka 56 box per jam, melampaui target yang ditetapkan oleh KSOP Utama Tanjung Perak.
Angka ini mencerminkan efektivitas proses bongkar muat dan ketersediaan alat serta personel yang terlatih di lapangan.
Tak hanya di dermaga, efisiensi layanan juga tercermin dari kecepatan proses receiving and delivery (R&D) di lapangan penumpukan. TPS menetapkan standar waktu Truck Round Time (TRT) maksimal 30 menit untuk receiving dan 45 menit untuk delivery.
Hingga pertengahan 2025, TPS berhasil menjaga rata-rata TRT pada 18 menit untuk receiving dan 44 menit untuk delivery—sebuah pencapaian yang menunjukkan optimalisasi sistem serta kolaborasi tim operasional yang solid.
Kinerja positif ini juga turut mendorong pertumbuhan volume peti kemas yang dikelola TPS. Sepanjang 2024, TPS menangani 1.584.774 TEUs, dan hingga semester I 2025, volume telah mencapai 768.518 TEUs.
Di pasar internasional, TPS tetap mempertahankan dominasinya di Pelabuhan Tanjung Perak dengan pangsa pasar mencapai 83%.
Sebagai bagian dari strategi menjaga dan meningkatkan kinerja layanan, TPS terus mendorong penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan. Salah satu inisiatif terbaru adalah pelatihan Container Terminal Operation (CTO) yang berlangsung pada 2–4 Juli 2025 dan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai unit kerja.
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh tentang operasional terminal, mulai dari proses bisnis, peralatan, desain terminal, hingga penggunaan Terminal Operating System (TOS).
“Semua aspek layanan itu hanya bisa dicapai jika SDM-nya kompeten,” ujar Direktur Operasi SPTP, Muarip.
Dengan mengintegrasikan peningkatan SDM ke dalam strategi kinerja, TPS menunjukkan komitmen kuat untuk terus menghadirkan layanan terminal peti kemas yang prima dan mendukung transformasi logistik nasional yang efisien dan terstandar.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News