
SURABAYA, 30 MARET 2026 – VNNmedia – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sertifikasi kompetensi guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengatakan momentum pasca-Idulfitri dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha di tengah ketidakpastian global yang berdampak pada sektor industri dan ketenagakerjaan.
“Di tengah situasi global saat ini, kita perlu mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi dan konsolidasi,” ujarnya Sabtu (28/3/2026) di Surabaya.
Ia menilai, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor kunci keberhasilan berbagai program strategis pemerintah, terutama hilirisasi di sektor pangan dan energi. “Hilirisasi sangat ditentukan oleh kualitas SDM, bahkan bisa mencapai 60 hingga 70 persen,” kata Adik.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang SDM dan Tenaga Kerja Kadin Jatim sekaligus Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendorong pelaku industri agar lebih aktif memberikan sertifikasi kepada karyawan.
“Ketika tenaga kerja memiliki kompetensi teknis yang terukur, produktivitas akan meningkat. Ini momentum yang harus dimanfaatkan untuk membangun Jawa Timur bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Miftahul Aziz, mengungkapkan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih menjadi tantangan. Dari 67 negara, posisi Indonesia saat ini berada di peringkat ke-46.
“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara dunia industri, lembaga sertifikasi profesi, dan asesor menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut. Selain itu, masih terdapat persoalan kesenjangan keterampilan (skill gap) serta belum optimalnya keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Miftahul juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi tren pekerjaan masa depan, termasuk di sektor ramah lingkungan (green jobs) dan teknologi.
Dengan upaya penguatan sertifikasi kompetensi, pelaku industri di Jawa Timur diharapkan mampu meningkatkan daya saing SDM sekaligus menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News