Siasat Festival Musik Dunia Bidik Pasar Asia Pasifik di Tengah Gejolak Global

Bangkok, Senin 30 Maret 2026-VNNMedia- Kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu terutama eskalasi di Timur Tengah, yang berimbas pada pembatalan sejumlah penerbangan, menyebabkan festival musik global seperti Tomorrowland dan Electric Daisy Carnival, mulai melirik negara Asia sebagai tempat penyelenggaraan

Dilansir dari Bloomberg Technoz, tahun ini menandai pergeseran besar bagi Tomorrowland-festival musik elektronik (EDM) paling ikonik di dunia-yang memutuskan untuk berpindah haluan dari Belgia menuju Thailand. Festval yang akan digelar pada bulan Desember mendatang di Pattaya itu, menargetkan 50.000 pengunjung per hari

“Ini bukan pertama kalinya kami harus menghadapi tantangan geopolitik atau global. Tantangan terbesar dalam lingkungan saat ini adalah mengelola ketidakpastian,” ujar Debby Wilmsen, juru bicara Tomorrowland, sembari menginformasikan bahwa tiket pertunjukan telah terjual habis

Senada dengan Tomorrowland, festival EDM terbesar di Amerika Utara Electric Daisy Carnival (EDC) yang biasanya berlokasi di Las Vegas, AS, memutuskan tahun ini digelar di Phuket, Thailand, pada bulan Desember

EDC merasakan dampak signifikan dari gangguan perjalanan global dimana sejumlah peserta terpaksa tidak dapat tampil di edisi musim dingin di Prancis karena pembatalan penerbangan

“Festival menangkap gambaran makro tentang apa yang terjadi di sekitarnya,” terang Thee Tosayanond, kepala pemasaran Future Vibes Co.Ltd., penyelenggara EDC

Sama halnya dengan Tomorrowland, EDC juga menargetkan jumlah pengunjung untuk tahun ini mencapai 50.000 orang per hari, yang sebagian besar kemungkinan berasal dari negara-negara terdekat, termasuk China

Tosayanond mengungkap jika pada EDC tahun lalu, penurunan signifikan terjadi pada jumlah penonton asal China, sementara pengunjung dari Australia dan India justru meningkat

Mengapa Thailand?

Letak geografis Thailand yang hanya berjarak penerbangan singkat dari sebagian besar wilayah Asia Pasifik menjadi keuntungan bagi negara tersebut untuk menarik acara-acara besar regional serta memberikan akses kepada penyelenggara ke audiens yang besar

Dikenal sebagai tempat pesta bulan purnama dan kehidupan malam yang sibuk dan semarak, membuktikan Thailand sebagai tempat yang cocok untuk penyelenggaraan festival musik tersebut

Hal ini sejalan dengan negara tersebut yang bergantung pada sektor pariwisata. Permintaan penerbangan, hotel, dan layanan lokal lainnya dipastikan akan meningkat. Selain itu diharapkan dari festival tersebut, dapat lebih menjaring wisatawan dari negara-negara sekitar, sesuatu yang mungkin susah diharapkan dari pengunjung asal Amerika dan Eropa

Pemerintah Thailand sendiri dilaporkan telah menandatangani perjanjian multi-year dan menyetujui anggaran 2 miliar baht (US$61 juta) hingga tahun 2031. Diperkirakan dari festival tersebut akan menghasilkan sekitar 12 miliar baht bagi perekonomian Thailand

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News