
SURABAYA, 29 MARET 2026 – VNNMedia — Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan pasokan energi untuk sektor strategis tetap terjaga selama arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api hingga angkutan laut, dilaporkan berjalan lancar. Di tengah masih berlangsungnya arus balik, kebutuhan energi untuk mobilitas penumpang antarwilayah tetap dipenuhi secara optimal.
Berdasarkan data, penyaluran BBM non-subsidi (PSO) untuk angkutan penumpang secara umum berada pada level normal harian. Namun, saat puncak arus mudik dan balik, konsumsi mengalami peningkatan signifikan seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Sejak awal Maret hingga memasuki arus balik pada 26 Maret 2026, penyaluran BBM di Jawa Timur mencapai rata-rata 2.362 kiloliter (KL) per hari, naik dibandingkan kondisi normal sekitar 2.330 KL per hari.
Lonjakan mobilitas juga terlihat pada moda transportasi kereta api. Aktivitas perjalanan di wilayah Jawa Timur meningkat tajam dengan jumlah penumpang harian mencapai 48 ribu hingga 52 ribu orang, terutama dari dan menuju Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang.
Sementara itu, peningkatan arus penumpang juga terjadi di jalur laut. Di Pelabuhan Tanjung Perak serta pelabuhan penyeberangan di Banyuwangi menuju Bali, jumlah penumpang mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, penumpang yang masuk melalui Terminal Gapura Surya Nusantara tercatat mencapai 2.268 orang atau naik 56 persen dari rata-rata harian.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pihaknya terus memastikan ketersediaan BBM guna mendukung operasional transportasi selama periode Lebaran.
“Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan, kebutuhan energi juga ikut naik. Kami pastikan pasokan BBM tetap tersedia agar perjalanan kereta api dan angkutan laut berjalan lancar,” ujarnya.
Pertamina juga terus memantau distribusi energi di seluruh wilayah Jawa Timur untuk memastikan kebutuhan masyarakat, sektor industri, dan layanan publik tetap terpenuhi.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keandalan pasokan energi nasional, sehingga mobilitas masyarakat selama arus balik Lebaran dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman, meski di tengah kondisi cuaca yang dinamis di sejumlah wilayah perairan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News