
Washington DC, Minggu 29 Maret 2026-VNNMedia- Ribuan massa yang tergabung dalam aksi demonstrasi bertajuk “NO KING (Tidak Ada Raja)” memadati jalan-jalan di penjuru Amerika Serikat pada Sabtu (28/3)
Aksi ini disebut sebagai protes skala terbesar yang pernah ada, menjangkau lebih dari 3.000 lokasi di seluruh 50 negara bagian untuk menyuarakan penentangan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump terkait serangan militer ke Iran.
Momentum protes ini bertepatan dengan satu bulan diluncurkannya operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran. Di ibu kota Washington, para demonstran membentangkan plakat yang menuntut penghentian pertempuran serta mengeluhkan dampak ekonomi berupa kenaikan harga minyak yang menjerat warga sipil

Sentimen ketidakpercayaan terhadap urgensi serangan ini mencuat dari berbagai kalangan. Seorang warga Pennsylvania berusia 67 tahun mempertanyakan dasar serangan tersebut mengingat Iran tidak memberikan ancaman langsung terhadap kedaulatan AS
Ia bahkan menduga bahwa operasi militer ini hanyalah upaya pengalihan isu dari skandal berkas pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang melibatkan nama sang presiden, meski Trump telah membantah dan mengaku sudah memutus hubungan dengan Epstein sejak dua dekade lalu
Kekhawatiran akan terjadinya konflik berkepanjangan juga disuarakan oleh generasi muda. Seorang demonstran berusia 18 tahun menyatakan kecemasannya terhadap kemungkinan adanya operasi darat yang hanya akan menambah utang negara serta memakan korban jiwa, baik dari pihak tentara Amerika maupun anak-anak di Timur Tengah
Pandangan serupa datang dari seorang veteran Perang Vietnam berusia 70-an yang menilai situasi saat ini mulai menyerupai kegagalan di Vietnam, di mana perlawanan tak terduga dari pihak Iran mematahkan ambisi Trump untuk menjadi pahlawan yang mengakhiri konflik dalam hitungan hari
Di New York, pusat kota Manhattan dipenuhi oleh massa yang mengkritik penggunaan uang pajak untuk membiayai perang. Salah satu demonstran menyebut serangan ini sebagai pemborosan anggaran di tengah ketidaktahuan publik Amerika atas kekejaman yang terjadi di luar negeri
Sementara itu, seorang siswa SMA menyatakan kekecewaannya terhadap janji kampanye Trump yang sebelumnya berkomitmen untuk tidak terlibat dalam perang, namun kini justru menyeret rakyat ke dalam konflik besar yang ia sebut sebagai kebohongan terhadap demokrasi
sumber: NHK News
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News