Permintaan UMKM Menguat, Penjualan Tepung Bogasari di Indonesia Timur Naik 3%

SURABAYA, 5 MARET 2026 – VNNMedia – PT Bogasari Flour Mills mencatat kinerja penjualan yang positif pada awal 2026. Sepanjang Januari hingga Februari, penjualan tepung terigu perusahaan di wilayah Indonesia Timur meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Vice President Marketing Bogasari Wilayah Indonesia Timur, Yulius Ronadi, mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan pasar, baik dari sektor industri manufaktur maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Yulius, salah satu produk yang mengalami peningkatan permintaan cukup signifikan adalah tepung terigu merek Kunci Biru, khususnya dalam kemasan 1 kilogram yang banyak digunakan oleh pelaku usaha kecil.

“Permintaan Kunci Biru kemasan 1 kg meningkat cukup tinggi. Selain itu, pabrik-pabrik biskuit juga banyak memesan kemasan 25 kg. Hal ini menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan pada dua bulan pertama tahun ini,” ujar Yulius, Rabu (4/2/2026) di Surabaya.

Meski mencatatkan tren positif, Bogasari tetap mencermati perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi biaya logistik global. Penutupan jalur pelayaran di wilayah tersebut berdampak pada kenaikan biaya pengiriman atau freight cost.

Yulius menjelaskan gangguan pada jalur perdagangan internasional yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia memaksa kapal pengangkut barang mengambil rute alternatif yang lebih panjang.

“Dampaknya tentu pada biaya logistik. Kapal harus memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika, sehingga rute pengiriman menjadi lebih jauh dan berpotensi meningkatkan biaya distribusi,” jelasnya.

Dari sisi struktur pasar, Bogasari masih sangat bergantung pada sektor usaha kecil. UMKM tercatat menyerap sekitar 60–65 persen dari total pasokan tepung terigu perusahaan. Sementara itu, sektor industri menyerap sekitar 20–25 persen, dan sisanya berasal dari berbagai segmen konsumen lainnya.

Secara geografis, pasar terbesar Bogasari di wilayah Indonesia Timur masih ditopang oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menyumbang sekitar 70 persen penjualan. Adapun 30 persen lainnya berasal dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Dengan tren permintaan yang masih kuat, Bogasari optimistis pasar tepung terigu di kawasan tersebut tetap tumbuh, terutama didorong oleh aktivitas UMKM dan industri pengolahan makanan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News