Kasus Pelecehan Seksual Oleh Ketua KBI Jatim, KONI Jatim Hormati Proses Hukum

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil.

Surabaya, Selasa 10 Maret 2026 – VNNMedia – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang telah berjalan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat Ketua Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur, Wira Prasetya Catur.

“Itu merupakan ranah hukum sehingga menjadi urusan kepolisian. Mudah-mudahan prosesnya bisa segera selesai,” ujar Nabil, Selasa (10/3/2026).

Menurut dia, KONI Jawa Timur sebagai induk organisasi olahraga di tingkat provinsi hanya memiliki fungsi koordinatif terhadap cabang olahraga, termasuk KBI Jatim.

Sementara itu, terkait sanksi organisasi maupun keputusan internal, sepenuhnya menjadi kewenangan Pengurus Besar (PB) Kick Boxing Indonesia.

Karena itu, KONI Jatim akan mengikuti setiap keputusan yang diambil oleh PB KBI terkait status kepengurusan organisasi tersebut.

Saat ini, posisi Ketua KBI Jatim yang sebelumnya dijabat Wira Prasetya Catur telah diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Penunjukan Plt tersebut dilakukan langsung oleh PB KBI tanpa keterlibatan KONI Jawa Timur.

“Sudah ada pelaksana tugasnya, tetapi penunjukan itu berasal dari PB KBI. KONI tidak terlibat dalam hal tersebut,” kata Nabil.

Meskipun begitu, ia memastikan proses pembinaan dan program latihan atlet kick boxing di Jawa Timur tidak akan terganggu dan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam waktu dekat, Pengprov KBI Jatim juga dijadwalkan menggelar musyawarah provinsi (musprov) untuk memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi tersebut ke depan.

Selain itu, Ia mengaku menyayangkan kasus tersebut terjadi di lingkungan olahraga. Nabil berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengurus cabang olahraga untuk lebih fokus pada pembinaan, pemberdayaan atlet, serta peningkatan prestasi.

Menurutnya, integritas dan profesionalisme pengurus olahraga sangat penting agar ekosistem olahraga tetap sehat dan kondusif bagi para atlet.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas dunia olahraga di Jawa Timur agar pembinaan atlet tetap berjalan optimal serta mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News