
TUBAN, 9 MARET 2026 – VNNMedia – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026).
Proyek strategis ini diharapkan memperkuat kapasitas ekspor semen Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra bersama jajaran manajemen perusahaan.
Proyek yang dikelola oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, itu merupakan pengembangan fasilitas ekspor semen berkapasitas besar yang mengadopsi teknologi modern untuk mendukung operasional ekspor yang efisien dan berkelanjutan.
Gibran mengapresiasi perkembangan proyek yang kini telah mencapai 99 persen. Ia berharap fasilitas tersebut segera beroperasi dan mampu mendukung peningkatan kapabilitas industri nasional di pasar internasional.
“Semoga segera operasional dan dapat mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun di mancanegara,” ujar Gibran.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres juga meninjau berbagai fasilitas dermaga yang dirancang untuk mendukung pengiriman semen ke pasar ekspor dengan kapasitas sekitar 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.
Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan perusahaan Jepang Taiheiyo Cement Corporation yang telah terjalin sejak 2021.
Dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun, proyek tersebut mencakup pengembangan sejumlah fasilitas pelabuhan dan pabrik. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari sebelumnya 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan dermaga yang sudah ada.
Untuk mendukung proses produksi dan distribusi, proyek ini juga dilengkapi berbagai fasilitas baru, di antaranya pembangunan blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system yang masing-masing memiliki kapasitas 18.000 ton.
Selain itu, proyek tersebut juga dilengkapi sistem transportasi material berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam yang berfungsi mengangkut semen curah dari pabrik menuju kapal yang bersandar di dermaga.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ini ditargetkan dapat beroperasi secara optimal pada pertengahan 2026.
Melalui fasilitas tersebut, SIG menargetkan pengiriman sekitar 450 ribu ton semen pada tahun pertama operasional, dengan potensi kapasitas maksimal hingga 1 juta ton per tahun.
Menurut Indrieffouny, proyek ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jaringan distribusi sekaligus meningkatkan daya saing produk semen Indonesia di pasar internasional, terutama di tengah kondisi pasar domestik yang semakin kompetitif serta tantangan overcapacity di industri semen nasional.
“Proyek ini diharapkan dapat memperkuat jaringan distribusi global perusahaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kinerja kedua perusahaan. Yang terpenting, proyek ini memperluas layanan karya anak bangsa di kancah dunia,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News