Mudik Lebaran 2026, Dinkes Jatim Siapkan 230 Pos Kesehatan dan 447 RS Siaga 24 Jam

SURABAYA, 6 Maret 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Dinkes Jatim akan mendirikan sekitar 230 pos kesehatan terpadu di sepanjang jalur mudik. Pos ini ditempatkan di titik-titik strategis seperti stasiun, terminal, pelabuhan, rest area, hingga kawasan wisata yang diperkirakan ramai pengunjung selama libur Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di daerah agar layanan tetap berjalan selama masa libur panjang.

“Koordinasi dilakukan dengan rumah sakit rujukan dan puskesmas melalui sistem komunikasi digital, pelaporan terpadu, layanan kegawatdaruratan PSC 119, serta rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan kabupaten/kota,” ujar Erwin, Kamis (5/3/2026).

Selain pos kesehatan, sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur tetap membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam selama periode mudik dan libur Lebaran.

Dinkes Jatim juga menyiagakan ribuan tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan di lapangan. Berdasarkan pengalaman Lebaran 2025 serta libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tercatat 455 dokter, 4.565 perawat, dan 100 tenaga kesehatan tradisional dari enam griya sehat akan dilibatkan.

Untuk mendukung mobilitas layanan kesehatan, sebanyak 1.362 ambulans juga disiagakan dan dikoordinasikan melalui sistem piket serta pengaturan cuti tenaga kesehatan di setiap fasilitas layanan.

Di setiap pos kesehatan, masyarakat dapat memperoleh layanan medis dari dokter dan perawat. Fasilitas tersebut juga dilengkapi pengemudi ambulans, tenaga kesehatan tradisional, serta petugas promosi kesehatan yang memberikan edukasi kepada para pemudik.

Selain pelayanan langsung, Dinkes Jatim juga menggencarkan kampanye kesehatan bagi pemudik melalui berbagai media. Edukasi dilakukan lewat infografis dan video di media sosial, sosialisasi langsung oleh kader kesehatan, edukasi di pos kesehatan, serta penyebaran leaflet, spanduk, dan banner di berbagai daerah.

Layanan kesehatan juga disiapkan di berbagai titik keramaian seperti rest area, terminal, pelabuhan, stasiun, dan kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.

Untuk mempercepat penanganan jika terjadi kecelakaan di jalur mudik, masyarakat dapat menghubungi layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang telah tersedia di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sistem ini juga didukung nomor kontak penanggung jawab dinas kesehatan daerah untuk mempercepat rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinkes Jatim juga mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh selama perjalanan mudik. Pemudik disarankan beristirahat cukup sebelum berkendara, melakukan peregangan setiap empat jam perjalanan, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu diminta membawa obat-obatan pribadi serta memanfaatkan pos kesehatan di rest area atau puskesmas terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan mudik.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News