Target Naikkan Prestasi Atlet di Level Dunia, KONI Jatim Jajaki Kerja Sama dengan Jepang

KONI Jatim saat beraudiensi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya.

Surabaya, Kamis 05 Maret 2026 – VNNMedia – Guna mendongkrak prestasi atlet, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya.

Rencana kolaborasi internasional ini dibahas dalam audiensi antara Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, dan Konjen Jepang di Surabaya, Kaori Morohira, di Kantor KONI Jatim, Kamis (5/3/2026).

Kaori Morohira menyatakan kesiapan Jepang untuk memberikan dukungan teknis kepada pengembangan olahraga di Jawa Timur. Dukungan tersebut mencakup pelatihan atlet, peningkatan kapasitas pelatih, hingga standardisasi peralatan olahraga bertaraf internasional.

Langkah awal, kata Kaori, pihaknya akan melakukan survei dan pemetaan kebutuhan cabang olahraga di Jawa Timur.

“Kami sedang melakukan survei dan angket untuk mengetahui kebutuhan konkret di lapangan. Jepang memiliki komunitas yang kuat di bidang bela diri seperti judo, kendo, karate, hingga aikido. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk komunikasi lebih lanjut, mulai dari penyelenggaraan turnamen hingga dukungan teknis lainnya,” ujar Kaori Morohira.

Ia menambahkan bahwa kerja sama olahraga antara Jepang dan Jawa Timur sebenarnya telah terjalin sebelumnya. Salah satu contohnya adalah pengiriman pelatih rugby asal Jepang ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang dinilai berhasil mentransfer ilmu kepada praktisi olahraga lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Jepang akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas cabang olahraga yang berasal dari Negeri Sakura.

Nabil mengakui bahwa sejumlah cabang olahraga bela diri asal Jepang di Jawa Timur masih perlu peningkatan prestasi agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“Ini peluang positif. Kita memiliki cabang olahraga yang berasal dari Jepang seperti judo, karate, dan kempo. Secara prestasi, kami merasa masih ada ketertinggalan di bidang-bidang ini. Dengan bantuan langsung dari negara asalnya, kami ingin menghadirkan standardisasi baru agar atlet kita memiliki daya saing yang setara dengan atlet kelas dunia,” tegas Nabil.

Selain cabang bela diri, kerja sama ini juga berpotensi mencakup beberapa cabang olahraga lain seperti panjat tebing, softball, senam, hingga gulat.

Khusus cabang gulat, Nabil menilai kualitas atlet Jawa Timur sebenarnya sudah cukup baik, sehingga kerja sama dengan Jepang diharapkan mampu memperkuat sistem pelatihan yang ada. Sementara untuk cabang olahraga lain, dukungan peralatan modern dan metodologi latihan terbaru menjadi kebutuhan penting.

Terkait skema kerja sama, KONI Jawa Timur lebih memprioritaskan opsi mendatangkan pelatih dari Jepang ke Surabaya.

“Yang paling efisien adalah mendatangkan pelatihnya ke sini. Dengan begitu, pelatih Jepang bisa melatih banyak atlet sekaligus dan memberikan transfer ilmu kepada pelatih lokal di Jawa Timur,” jelas Nabil.

Selain itu, Jepang juga berencana memperkenalkan olahraga kendo secara lebih luas di Jawa Timur. Pemerintah Jepang menilai provinsi ini memiliki potensi besar sebagai lumbung atlet nasional.

KONI Jatim dan Konsulat Jepang sepakat segera menyusun draf kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) agar kerja sama dapat segera direalisasikan.

Nabil menargetkan implementasi kerja sama ini sudah dapat berjalan pada tahun anggaran 2026.

“Targetnya tahun ini sudah mulai berjalan. Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak Konjen Jepang untuk mematangkan detail bantuan peralatan serta jadwal kedatangan pelatih,” pungkasnya.

Dengan rencana kerja sama internasional ini, KONI Jawa Timur optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai barometer olahraga nasional sekaligus membuka jalan bagi atlet Jatim untuk menembus panggung olahraga dunia.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News