Misi Dagang Jatim–DKI Tembus Rp5,7 Triliun, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA, 5 Maret 2026 – VNNMedia – Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencatatkan komitmen transaksi fantastis sebesar Rp5,74 triliun.

Nilai ini menjadi rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan misi dagang Jawa Timur, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan yang digelar di Ballroom Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Senin (2/3), tersebut mempertemukan pelaku usaha kedua daerah melalui skema Government to Business (G2B) dan Business to Business (B2B).

“Komitmen transaksi mencapai Rp5,7 triliun. Dari sekitar 50 misi dagang yang kami lakukan, ini adalah yang tertinggi,” kata Khofifah.

Dari total nilai tersebut, Jawa Timur mencatat penjualan ke Jakarta sebesar Rp5,61 triliun, sementara pembelian dari Jakarta mencapai Rp129,6 miliar.

Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi daging unggas, anak ayam, ternak sapi, biji kopi, fillet dori, aneka olahan seafood dan daging, susu, telur ayam, gula kristal putih, hingga produk fashion dan bumbu dapur.

Khofifah menilai capaian ini menunjukkan kuatnya sinergi ekonomi antara dua provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Menurutnya, Jakarta menjadi pasar strategis bagi berbagai produk unggulan Jawa Timur.

“Sinergi antara Jawa Timur dan DKI Jakarta diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujarnya.

Misi dagang ini juga menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim memperluas pasar produk daerah sekaligus memperkuat perdagangan antarwilayah. Selain mempertemukan penjual dan pembeli potensial, kegiatan ini juga membuka peluang investasi di sektor industri, agribisnis, dan perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan antarwilayah tahun 2024, total nilai perdagangan Jawa Timur dengan DKI Jakarta mencapai Rp89,21 triliun, dengan nilai pembelian dari Jakarta sebesar Rp75,95 triliun dan penjualan ke Jakarta sebesar Rp14,16 triliun.

Secara ekonomi, Jawa Timur juga menunjukkan kinerja kuat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat 5,33 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional, dengan PDRB mencapai Rp3.403,17 triliun atau berkontribusi 14,40 persen terhadap PDB nasional.

Sejak 2019 hingga 2026, Jawa Timur telah menggelar 49 misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi sekitar Rp30,5 triliun yang melibatkan lebih dari 2.400 pelaku usaha.

Dalam misi dagang kali ini juga dilakukan penandatanganan 10 transaksi terbesar antar pelaku usaha.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menyambut baik penyelenggaraan misi dagang tersebut. Menurutnya, kolaborasi ekonomi antara Jakarta sebagai pusat perdagangan dan Jawa Timur sebagai salah satu basis produksi nasional akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Misi dagang ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat pasar dalam negeri, memperpendek rantai pasok, dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News