Hotel di AS Keluhkan Minimnya Okupansi Jelang Piala Dunia, Kebijakan Trump jadi Sorotan

Washington DC, Jumat 24 April 2026-VNNMedia- Meskipun gelaran FIFA World Cup di Amerika Serikat hanya tinggal beberapa minggu lagi, antusiasme besar itu rupanya belum memberikan dampak signifikan bagi tingkat keterisian hotel di negara tuan rumah tersebut

Melansir Bloomber Technoz, perusahan penyedia data properti terkemuka di dunia, CoStar Group Inc., mengungkap berdasarkan data yang mereka kumpulkan awal bulan ini menunjukkan bahwa okupansi hotel-hotel di kota New York baru terisi sekitar 18% selama periode pertandingan (13 Juni-19 Juli 2026)

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibanding tahun 2025 untuk periode yang sama, yang mencapai 26%. Tren penurunan terjadi juga di Boston, Vancouver dan Toronto (keduanya di Kanada). Namun kondisi tersebut tidak berlaku untuk Dallas, Los Angeles, dan Houston yang mencatat sedikit kenaikan tingkat keterisian dibanding tahun lalu

“Piala Dunia tidak terlihat sekuat yang kami harapkan,” ujar Chris Nassetta, CEO Hilton Worlwide Holding Inc.-perusahaan perhotelan terbesar dan paling berpengaruh di dunia, yang mengelola lebih dari 5.500 hotel di AS-dalam konferensi Semafor di Washington pekan lalu

Sementara itu, Asosiasi Industri Pariwisata dan Perjalanan Amerika Serikat (US Travel Association) pada hari Kamis kemarin menyampaikan kekhawatirannya terkait kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, seperti pengecekan medsos yang lebih ketat dan kenaikan biaya visa, menjadi penyebab orang enggan melancong ke AS

“Anggapan bahwa berkunjung ke Amerika menimbulkan resiko kemanan yang signifikan bukanlah peringatan yang dibuat dengan itikad baik, melainkan taktik politik yang dirancang untuk menimbulkan kerugian ekonomi,” kata Presiden US Travel Association, Geoff Freeman

Sebagai informasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026, akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Edisi kali ini akan cukup spesial karena pertama kalinya diselenggarakan di tiga negara sekaligus (Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat) dan diikuti oleh 48 tim peserta

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News