
KOTA BATU, 22 APRIL 2026 – VNNMedia – Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur 2026 di Kota Batu menegaskan pentingnya penguatan daya saing industri di tengah tekanan global dan tantangan domestik.
Lonjakan biaya produksi akibat memanasnya geopolitik dunia, ditambah struktur upah yang belum sepenuhnya selaras dengan produktivitas, menjadi isu utama yang dibahas.
Ketua DPP APINDO Jatim, Eddy Widjanarko, menilai persaingan usaha kini tidak hanya datang dari pasar global, tetapi juga antarprovinsi di dalam negeri. Karena itu, keseimbangan antara upah dan produktivitas dinilai krusial agar industri tetap kompetitif sekaligus berkelanjutan.
“Daya saing harus dijaga dengan memastikan struktur biaya usaha, termasuk upah, sejalan dengan produktivitas,” ujarnya di Kota Batu, Rabu (22/4/2026).
APINDO Jatim menyoroti tingginya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah ring 1 yang dinilai perlu dievaluasi secara proporsional. Rebalancing UMK dianggap penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tanpa mengabaikan kesejahteraan pekerja, sekaligus mendorong pemerataan antarwilayah.
Di sisi lain, tekanan eksternal turut memperberat kondisi industri. Wakil Ketua Umum DPN APINDO, Sani Iskandar, mengungkapkan bahwa konflik global—termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel—telah mendorong kenaikan harga energi dunia.
Dampaknya, biaya logistik dan bahan baku industri ikut melonjak, menekan sektor-sektor strategis seperti plastik, makanan dan minuman, hingga nikel.
Kondisi tersebut juga berimbas pada daya beli masyarakat yang berpotensi melemah, padahal konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam konteks regional, Jawa Timur dinilai memiliki peran vital sebagai motor ekonomi nasional. Kontribusi sektor industri pengolahan mencapai sekitar 31 persen terhadap PDRB, dengan kinerja ekspor dan investasi yang tetap kompetitif secara nasional.
Menghadapi situasi ini, APINDO menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan serikat pekerja sebagai fondasi menjaga stabilitas industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Ketua panitia Rakerkonprov, Suryo Widodo, menambahkan bahwa penguatan ekosistem usaha juga melibatkan UMKM melalui pameran yang digelar sebagai bagian dari rangkaian acara.
Sementara itu, Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyebut iklim usaha yang kondusif menjadi faktor utama menarik investasi, dengan realisasi investasi daerah yang disebut meningkat signifikan. Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Kabupaten Malang yang membuka peluang investasi lebih luas.
Melalui forum ini, APINDO Jatim mendorong lahirnya rekomendasi konkret untuk meningkatkan produktivitas, menyeimbangkan kebijakan upah, serta memperkuat daya saing industri agar tetap menarik bagi investor di tengah tekanan ekonomi global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News