
Jakarta, Rabu 04 Maret 2026 – VNNMedia – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menyatakan hingga 3 Maret 2026, sudah 10.060 jemaah umrah tiba di Indonesia di tengah eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah.
“Total jemaah yang pulang sejak 28 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026 sebanyak 10.060 jemaah,” kata Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah Muhammad Ilham Effendy dalam keterangan pers, Rabu (4/3/2026).
Dikutip Kompas.com, KJRI Jeddah memastikan proses pemulangan jemaah umrah ke Indonesia berjalan dengan pengawasan dan pendampingan yang intensif.
Pada 3 Maret 2026 pukul 23.40 waktu setempat, sebanyak 2.278 jemaah umrah dalam proses kepulangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
“Ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah,” ucapnya.
Ilham menegaskan perlindungan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulangan mengingat kondisi ekskalasi di Timur Tengah.
“Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari proses check-in hingga keberangkatan. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, terutama bagi jemaah yang menghadapi kendala penerbangan,” ujar Ilham.
Selain itu, pihaknya juga terus bersiaga selama 24 jam agar tidak ada jemaah yang merasa ditinggalkan selama proses pemulangan.
“Jemaah tersebut tersebar di Kota Jeddah dan Mekkah, dengan kendala utama pada jadwal penerbangan lanjutan serta koordinasi visa dan penerbangan transit,” ungkapnya.
Karena itu, KJRI Jeddah terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memastikan kepastian jadwal keberangkatan.
Selain itu, KJRI Jeddah juga memastikan penyediaan konsumsi dan kebutuhan dasar bagi jemaah yang masih menunggu penerbangan.
Ilham mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak travel dan penanggung jawab visa guna mempercepat penyelesaian administrasi serta pemantauan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi penumpukan jemaah.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News