
SAMPANG, 3 Maret 2026 — VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginisiasi program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas). Program ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.
Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura, yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Selasa (3/3/2026). In
isiatif ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Timur dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa MAMA MAU NAIK KELAS bukan sekadar jargon, melainkan gerakan terukur untuk membangun keunggulan kompetitif dan komparatif Madura, khususnya di sektor pendidikan.
Menurutnya, kemajuan daerah dinilai melalui indikator global seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang mampu bersaing.
Program MAMA MAU NAIK KELAS diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka lulusan SMA dan SMK di Madura yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, pemetaan potensi siswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), hingga penguatan akademik menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui pendalaman materi UTBK.
Selain itu, asesmen dan try out UTBK-SNBT akan dilakukan secara berkala disertai analisis hasil, guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Khofifah juga mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa lolos ke PTN.
Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jawa Timur menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan jumlah kelulusan siswa melalui jalur UTBK maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan mutu akademik, Pemprov Jatim juga meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan di empat kabupaten di Madura.
Program ini meliputi 13 SMA dan 3 SMK di Kabupaten Bangkalan; 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Kabupaten Sampang; 5 SMA dan 8 SMK di Kabupaten Pamekasan; serta 11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Kabupaten Sumenep. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp47,83 miliar.
Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan akses serta mutu pendidikan menengah dan pendidikan khusus. Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Madura.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan SDM Madura. Menurutnya, kerja keras yang terintegrasi menjadi kunci agar transformasi pendidikan dapat berjalan optimal.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera, masing-masing sebesar Rp1 juta. Selain itu, disalurkan pula 20 unit komputer kepada SMKN 2 Sampang untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paiwai, menyampaikan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di Madura dilakukan untuk pemerataan mutu layanan pendidikan, peningkatan keselamatan bangunan, serta pemenuhan standar sarana prasarana sesuai regulasi.
Ia menambahkan, Program MAMA MAU NAIK KELAS menjadi instrumen percepatan peningkatan mutu akademik siswa Madura agar mampu bersaing masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, SNBT, maupun UTBK.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News