Ada Pihak Serukan Bendera One Piece, DPD RI Tegaskan Marwah Merah Putih Tak Ada Kaitan dengan Politik Apapun

[Anggota DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., S.Sos, S.H.I, M.E.I.]

Jakarta, 08 Agustus 2025, VNNMedia – Polemik pengibaran bendera One Piece di Indonesia terus berlanjut. Pemerintah tak tinggal diam dengan tindakan protes dari masyarakat ini.

Mengingat, Bulan Agustus seharusnya identik dengan pengibaran bendera merah putih sebagai simbol peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang telah memasuki tahun ke-80.

Namun, apa yang menjadi cikal bakal Bendera One Piece Berkibar jelang Peringatan Hari Kemerdekaan RI?

Usut punya usut, Bendera One Piece yang mempunyai nama yakni Jolly Roger. Mengacu pada laman Britannica, Jolly Roger merupakan jenis bendera yang umumnya dipakai oleh bajak laut untuk menakut-nakuti awak kapal lain agar mereka menyerah tanpa perlawanan.

Ketika bendera One Piece dikibarkan dalam dunia nyata, Sebagian masyarakat mengartikan pengibaran bendera ini sebagai bentuk kritik sosial, khususnya terhadap ketidakadilan atau masalah yang ada di pemerintahan.

Senator Jawa Timur Lia Istifhama juga menjelaskan pertentangannya terhadap seruan mengibarkan bendera bajak laut dari anime dan manga One Piece tersebut.

“Apapun sikap kita terhadap sebuah kebijakan, bahkan ketidakpuasan misalnya, tidak ada kaitan dengan nilai luhur bangsa. Bahwa kita bisa hidup damai adalah jasa mulia para pahlawan yang berujung pada kemerdekaan Indonesia yang akhirnya diakui dunia,” tegasnya.

Anggota DPD RI cantik ini mengungkapkan, dengan pengakuan kemerdekaan, maka bangsa asing tidak bisa melakukan pola-pola penjajahan di negeri ini, seperti misalnya melakukan menggempur dengan kekuatan militer, dan simbol kemerdekaan adalah pengakuan atas bendera suatu bangsa.

“Termasuk Indonesia, ketika warna merah putih diakui dunia sebagai simbol negara Indonesia, dan kita pun memahami makna besar merah yang menunjukkan keberanian melawan kedholiman serta putih yang melambangkan kesucian niat untuk menjaga bangsa, maka seharusnya tidak ada ruang untuk menyamakan bendera luhur bangsa Indonesia dengan bendera apapun,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News