
JAKARTA, 7 Juli 2025 — VNNMedia – Keluarga besar pendiri JNE dan TIKI, Almarhum H. Soeprapto Soeparno, resmi memulai renovasi Masjid Jami Soeprapto Soeparno yang terletak di Jl. Pusdiklat Depnaker, Kampung Makassar, Jakarta Timur. Proyek ini merupakan kelanjutan dari masjid yang pertama kali didirikan oleh Almarhum sejak 1979, dan kini ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Peresmian pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Hj. Nuraini Soeprapto, istri almarhum. Acara turut dihadiri Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto, Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti, PLT Lurah Makasar Heru Suryono, serta Ketua DKM Rasyidin.
Masjid ini akan berdiri di atas lahan seluas 12.520 m² dengan bangunan utama dua lantai seluas 1.700 m². Dirancang modern, minimalis, dan fungsional, masjid ini dilengkapi teras terbuka, dua balkon, dan halaman luas.
Konsep arsitekturnya menonjolkan ventilasi alami dan pencahayaan maksimal, serta ramah untuk lansia, ibu-anak, dan difabel.
Putra pertama almarhum, Ahmad Yuniarto, menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini merupakan amanah dari sang ibunda untuk melanjutkan cita-cita keluarga dalam membangun pusat ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebelumnya, keluarga juga telah mendirikan dua masjid di Pangkalpinang.
“Masjid ini sepenuhnya dibiayai dari usaha keluarga, sebagai wujud nyata semangat memberi dan menebar kebaikan. Harapan kami, masjid ini menjadi amal jariyah dan warisan keteladanan dari orang tua kami,” ujar Ahmad.
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi, menyebut masjid ini akan menjadi landmark baru di Jakarta Timur, sejalan dengan nilai-nilai dasar yang selalu diajarkan almarhum, yakni berbagi, memberi, dan menyantuni.
Sementara itu, Direktur Utama TIKI, Yulina Hastuti, menambahkan bahwa pembangunan ini adalah bentuk kontribusi sosial yang mendalam. “Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ruang yang memperkuat solidaritas sosial, terutama bagi anak yatim, janda, dan penyandang tunanetra, sebagaimana dipesankan almarhum,” jelasnya.
Masjid Jami Soeprapto Soeparno dirancang oleh SPOTLIGHT SPACES, firma arsitektur dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. Desain masjid menampilkan filosofi spiritual melalui bentuk atap simetris, gerbang terbuka, siluet ikan pari, dan menara unik berwarna hitam-putih sebagai simbol kekuatan dan kesucian.
Zulfarani, selaku Head of Project dari SPOTLIGHT SPACES, menekankan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tapi amanah sosial dan spiritual. “Kami pastikan fasilitasnya inklusif dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, menjadikan masjid ini ikon baru Jakarta Timur,” tutupnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News