
SURABAYA, 15 April 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi keberhasilan Jawa Timur menjadi lumbung pangan nasional saat menerima kunjungan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Pendidikan Reguler Polri ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur tidak lepas dari sinergi lintas sektor, termasuk dukungan TNI-Polri dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor utama dalam mendukung peningkatan luas tambah tanam, perbaikan irigasi tersier, hingga distribusi air ke kawasan pertanian.
Khofifah menjelaskan, Jawa Timur konsisten menjadi provinsi penghasil padi dan beras terbesar di Indonesia sejak 2020. Selain itu, provinsi ini juga menyumbang hampir 30 persen produksi jagung nasional, menjadikannya salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.
Tak hanya di sektor pangan, posisi strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” juga memperkuat perannya dalam distribusi logistik nasional. Sekitar 80 persen kebutuhan logistik Indonesia Timur disebut dipasok dari Jawa Timur, sehingga provinsi ini memegang peran penting dalam rantai pasok nasional.
Di sektor peternakan, Khofifah menyebut Jawa Timur tengah menyiapkan peta jalan swasembada daging dalam tiga tahun ke depan. Upaya ini didukung keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang menjadi pusat pelatihan inseminasi buatan dan pengawasan kebuntingan ternak.
Menurutnya, potensi tersebut dapat diperkuat untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Jawa Timur juga dinilai memiliki kapasitas besar di sektor peternakan sapi perah, terutama di wilayah Malang dan Blitar.
Selain itu, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51–52 persen produksi gula nasional. Jika program swasembada gula nasional berjalan optimal, Khofifah menilai Indonesia memiliki peluang besar mencapai kemandirian gula dalam negeri.
Di bidang sumber daya manusia, Pemprov Jatim juga terus meningkatkan indeks pembangunan manusia. Salah satu indikatornya, selama tujuh tahun berturut-turut siswa SMA/SMK Jawa Timur tercatat sebagai yang tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi.
Ketua rombongan PKDN SESPIMTI, Irjen Pol. Jawari, menyebut Jawa Timur layak menjadi lokasi pembelajaran bagi calon pimpinan tinggi Polri karena dinilai berhasil menerapkan kepemimpinan transformatif, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari praktik kerja dalam negeri peserta SESPIMTI Polri untuk mempelajari langsung tata kelola pemerintahan daerah yang dinilai berhasil mendorong pembangunan berkelanjutan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News